Jangan Asal Pakai Softlens, Kenali Cara Aman Menggunakannya

  • 16 Jul 2026 10:49 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Softlens atau lensa kontak menjadi salah satu pilihan banyak orang, baik untuk membantu penglihatan maupun menunjang penampilan. Praktis, nyaman, dan tersedia dalam berbagai pilihan warna membuat softlens semakin diminati oleh berbagai kalangan. Namun, di balik kemudahannya, penggunaan softlens juga memerlukan perhatian khusus agar tidak menimbulkan gangguan pada kesehatan mata.

Banyak orang masih menganggap softlens sebagai aksesori biasa, padahal sebenarnya lensa kontak merupakan alat kesehatan yang digunakan langsung pada permukaan mata. Karena itu, cara penggunaan dan perawatannya tidak boleh dilakukan sembarangan.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lensa kontak merupakan alat medis yang aman dan efektif untuk membantu penglihatan apabila digunakan serta dirawat dengan benar. Sebaliknya, kebiasaan memakai, membersihkan, atau menyimpan softlens yang tidak sesuai anjuran dapat meningkatkan risiko infeksi mata, termasuk microbial keratitis, yaitu infeksi serius pada kornea yang berpotensi mengganggu penglihatan.

Agar penggunaan softlens tetap nyaman dan aman, ada beberapa kebiasaan yang perlu diterapkan. Sebelum memasang maupun melepas softlens, pastikan tangan telah dicuci menggunakan sabun dan dikeringkan dengan handuk atau tisu yang bersih. Langkah sederhana ini membantu mengurangi perpindahan kuman ke permukaan lensa.

Pengguna juga perlu mematuhi lama pemakaian sesuai jenis softlens yang digunakan. Softlens harian sebaiknya langsung dibuang setelah digunakan, sedangkan softlens mingguan atau bulanan harus diganti sesuai jadwal yang dianjurkan. Menggunakan softlens melebihi masa pakainya dapat meningkatkan penumpukan kotoran dan mikroorganisme pada permukaan lensa.

Selain itu, softlens harus selalu dibersihkan menggunakan cairan pembersih khusus. Hindari menggunakan air keran, air mineral, maupun air liur untuk membilas atau menyimpan lensa karena air tidak steril dan dapat membawa mikroorganisme yang berisiko menyebabkan infeksi mata. CDC juga mengingatkan agar pengguna tidak memakai softlens saat mandi, berenang, atau berendam karena paparan air dapat meningkatkan risiko kontaminasi.

Kebiasaan lain yang sebaiknya dihindari adalah tidur menggunakan softlens, kecuali jika memang direkomendasikan oleh dokter mata dan jenis lensa yang digunakan memang dirancang untuk pemakaian tersebut. Tidur dengan softlens dapat mengurangi pasokan oksigen ke kornea sehingga meningkatkan risiko iritasi maupun infeksi.

Tempat penyimpanan softlens juga tidak boleh luput dari perhatian. Wadah lensa perlu dibersihkan menggunakan cairan khusus, bukan air, kemudian dikeringkan secara alami dan diganti secara berkala. Saat menambahkan cairan pembersih, jangan mencampurkan cairan baru dengan sisa cairan lama di dalam wadah.

Apabila selama menggunakan softlens muncul keluhan seperti mata merah, nyeri, sensitif terhadap cahaya, pandangan kabur, atau keluar cairan berlebihan dari mata, segera lepaskan lensa dan periksakan diri ke dokter mata. Penanganan yang cepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.

Softlens memang dapat memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri. Namun, manfaat tersebut hanya dapat diperoleh jika pengguna menerapkan kebiasaan yang benar dalam memakai dan merawatnya. Dengan menjaga kebersihan serta mengikuti petunjuk penggunaan, kesehatan mata tetap terjaga dan risiko infeksi dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....