Misteri Trypophobia, Mengapa Lubang Kecil Menakutkan?

  • 16 Jul 2026 06:23 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Bagi sebagian orang, melihat kumpulan lubang kecil yang berdekatan seperti pada sarang lebah atau spons bisa memicu rasa merinding dan mual yang luar biasa. Kondisi psikologis unik ini dikenal luas di masyarakat sebagai trypophobia, yakni ketakutan atau ketidaknyamanan berlebih terhadap pola visual berulang berupa lubang-lubang kecil. Meskipun belum secara resmi dikategorikan sebagai gangguan mental dalam manual diagnosis medis, sensasi tidak nyaman yang ditimbulkan oleh fenomena ini sangat nyata dirasakan oleh jutaan orang di seluruh dunia.

Para ilmuwan dan psikolog terus melakukan berbagai penelitian untuk mengungkap akar penyebab dari reaksi ekstrem ini. Dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Kamis (16 Juli 2026), salah satu teori populer menyatakan bahwa trypophobia merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri evolusioner yang tertanam di dalam otak manusia. Pola-pola lubang berulang tersebut secara tidak sadar diasosiasikan dengan visual hewan beracun atau gejala penyakit kulit menular yang berbahaya.

Ketika seseorang yang sensitif melihat objek dengan pola trypophobic, sistem saraf mereka akan langsung mengaktifkan respons stres secara spontan. Gejala yang muncul bisa bervariasi, mulai dari sekadar perasaan merinding, gatal-gatal pada kulit, hingga serangan kecemasan yang cukup mengganggu kenyamanan. Otak memproses gambar tersebut sebagai ancaman visual yang instan sebelum kesadaran logika sempat menganalisis objek yang sebenarnya.

Meskipun terdengar sulit dihindari karena objek pemicunya banyak ditemukan di alam visual sehari-hari, kondisi ini sebenarnya dapat dikelola dengan baik melalui beberapa metode pendekatan psikologis. Terapi paparan secara bertahap atau exposure therapy sering kali menjadi pilihan utama yang efektif untuk melatih otak agar tidak lagi merespons pola tersebut sebagai ancaman berat. Selain itu, menerapkan teknik relaksasi pernapasan saat gejala mulai muncul juga terbukti sangat membantu meredakan kepanikan dengan cepat.

Memahami trypophobia secara ilmiah membantu kita untuk tidak lagi memandang kondisi ini sebagai keanehan, melainkan sebagai variasi cara kerja otak manusia yang luar biasa. Edukasi yang tepat mengenai respons visual ini juga berperan penting dalam mengurangi stigma buruk di tengah masyarakat digital modern. Dukungan lingkungan dan pemahaman yang baik akan memudahkan mereka yang terdampak untuk menjalani aktivitas harian dengan lebih tenang tanpa rasa cemas yang berlebihan. (LPU_Aldi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....