Bercak Hitam Leher Bisa Menjadi Tanda Resistensi Insulin

  • 14 Jul 2026 10:36 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Bercak kehitaman yang muncul di bagian belakang leher sering kali dianggap sebagai kotoran yang menempel atau akibat kurang menjaga kebersihan tubuh. Tak sedikit orang mencoba menghilangkannya dengan menggosok kulit menggunakan sabun, lulur, hingga scrub. Namun, upaya tersebut kerap tidak membuahkan hasil.

Menurut dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Adam Prabata, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan metabolisme, khususnya resistensi insulin. Penjelasan itu disampaikan melalui unggahannya di akun Threads yang dikutip pada Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa bercak hitam yang disertai penebalan kulit di area lipatan tubuh dikenal dalam dunia medis sebagai Acanthosis Nigricans. Kondisi ini umumnya muncul di bagian belakang leher, ketiak, maupun lipatan paha.

"Banyak yang mengira bercak hitam di leher hanyalah daki yang sulit dibersihkan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda awal resistensi insulin," jelas dr. Adam.

Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel tubuh tidak lagi merespons hormon insulin secara optimal. Untuk mengimbanginya, pankreas akan memproduksi insulin dalam jumlah lebih banyak agar kadar gula darah tetap terkendali.

Peningkatan kadar insulin dalam tubuh inilah yang kemudian memicu perubahan pada jaringan kulit. Menurut dr. Adam, insulin yang berlebihan dapat berikatan dengan reseptor Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1) pada sel-sel kulit, seperti keratinosit dan fibroblas.

Proses tersebut merangsang pertumbuhan sel kulit secara berlebihan sehingga kulit menjadi lebih tebal, tampak berlipat, dan berubah warna menjadi lebih gelap.

Karena itu, bercak hitam yang tidak hilang meski telah dibersihkan bukan sebaiknya dianggap sebagai masalah kebersihan semata. Kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama bila disertai faktor risiko lain seperti kelebihan berat badan, riwayat diabetes dalam keluarga, atau kadar gula darah yang tinggi.

Apabila mengalami perubahan warna kulit seperti ini, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Deteksi dini terhadap resistensi insulin penting dilakukan guna mencegah berkembangnya diabetes tipe 2 dan berbagai komplikasi metabolik lainnya

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....