Kesadaran Manfaatkan CKG PTM di Fakfak Masih Rendah

  • 13 Jul 2026 14:12 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Kesadaran masyarakat Kabupaten Fakfak untuk memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Penyakit Tidak Menular (PTM) masih perlu ditingkatkan. Hingga evaluasi Triwulan II tahun 2026, capaian pemanfaatan layanan tersebut baru mencapai sekitar 36 persen dari target sasaran skrining yang telah ditetapkan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Matelda Rumatora, SKM., M.Epid, saat menjadi narasumber dalam program Fakfak Menyapa di Pro 1 RRI Fakfak, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, rendahnya partisipasi masyarakat menjadi tantangan dalam upaya mendeteksi penyakit tidak menular sejak dini.

"Kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis masih perlu ditingkatkan. Melalui pemeriksaan ini, masyarakat dapat mengetahui lebih awal kondisi kesehatannya, apakah memiliki faktor risiko penyakit tidak menular atau tidak, sehingga penanganan bisa dilakukan sedini mungkin," ujar Matelda.

Ia menjelaskan, penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Padahal, deteksi dini sangat penting agar penderita segera mendapatkan penanganan sesuai standar pelayanan kesehatan dan terhindar dari komplikasi yang lebih berat.

Meski capaian skrining masih rendah, pelayanan terhadap penderita yang telah terdiagnosis menunjukkan hasil yang baik. Hingga Triwulan II, cakupan pelayanan bagi penderita hipertensi mencapai 97 persen, sedangkan pelayanan bagi penderita diabetes melitus mencapai 91 persen. Setelah terdiagnosis, pasien akan mendapatkan penanganan lanjutan serta pemantauan pengobatan secara berkala di fasilitas pelayanan kesehatan.

Matelda menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis sesuai kelompok sasaran di puskesmas pada hari kerja maupun melalui Posyandu dan Integrasi Layanan Primer (ILP) sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui status kesehatannya lebih cepat sehingga risiko penyakit dapat dikendalikan sejak dini.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan sumber daya manusia (SDM), bahan medis habis pakai (BMHP), laboratorium rujukan, serta sarana dan prasarana pendukung. Meski demikian, pelayanan kepada masyarakat tetap diupayakan berjalan secara optimal.

"Faktor keturunan memang berkontribusi terhadap sekitar 50 persen risiko penyakit tidak menular. Namun, dengan memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal dan segera memperoleh penanganan bila ditemukan faktor risiko maupun penyakit. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk datang ke puskesmas dan memanfaatkan layanan ini," tutup Matelda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....