Psikolog UKWMS: Ibu Hebat Tidak Harus Selalu Kuat dan Menyimpan Lelah Sendiri
- 06 Jul 2026 11:33 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Peringatan Hari Keluarga Nasional 2026 menjadi momentum untuk mengapresiasi peran setiap anggota keluarga, termasuk para ibu yang selama ini memikul berbagai tanggung jawab dalam rumah tangga. Di balik sosok yang kerap dianggap tangguh, seorang ibu juga membutuhkan ruang untuk beristirahat dan menjaga kesehatan mentalnya.
Psikolog Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Madiun sekaligus Founder psikologanak.id, Robik Anwar Dani, M.Psi., Psikolog, mengatakan masih banyak stigma di masyarakat yang menganggap seorang ibu harus selalu kuat, sabar, dan tidak boleh mengeluhkan kelelahan.
"Seorang ibu sering kali menjalankan peran ganda, yaitu sebagai istri sekaligus pengasuh anak. Akibatnya, muncul anggapan bahwa ibu yang hebat adalah ibu yang tidak boleh mengeluh, tidak boleh lelah, dan harus selalu siap untuk keluarga," ujarnya.
Menurut Robik, tema tersebut relevan diangkat bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional. Ia menilai pembahasan mengenai kesejahteraan psikologis ibu perlu mendapat perhatian lebih karena selama ini fokus masyarakat lebih banyak tertuju pada perannya dalam mengurus keluarga.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa peran ayah juga tidak kalah penting sebagai kepala keluarga yang berupaya memberikan yang terbaik bagi istri dan anak-anaknya. Namun, dalam konteks Hari Keluarga Nasional, perhatian terhadap kondisi emosional ibu menjadi hal yang patut diperkuat.
Robik menjelaskan bahwa konsep "ibu hebat" seharusnya tidak dimaknai sebagai sosok superwoman yang mampu melakukan segala hal tanpa batas. Menurutnya, ibu tetaplah manusia yang dapat merasakan lelah, jenuh, maupun tekanan emosional.
"Ibu yang hebat bukan berarti harus selalu kuat selama 24 jam. Mereka juga membutuhkan waktu untuk diri sendiri atau me time, mengenali kondisi emosinya, serta memulihkan energi agar dapat kembali menjalankan perannya dengan sehat," jelasnya.
Ia menambahkan, kelelahan yang dirasakan ibu tidak seharusnya dipendam. Perasaan tersebut perlu diakui dan disalurkan dengan cara yang sehat, baik melalui komunikasi dengan pasangan, keluarga, maupun aktivitas yang dapat membantu memulihkan kondisi psikologis.
"Di balik kehebatan seorang ibu, ada rasa lelah yang juga perlu dihargai. Ketika kelelahan itu direspons secara sehat, ibu akan lebih mampu menjaga kesejahteraan dirinya sekaligus memberikan pengasuhan yang optimal bagi keluarga," pungkasnya.
Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa membangun keluarga yang harmonis tidak hanya dilakukan dengan memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga dengan saling menjaga kesehatan mental setiap anggota keluarga, termasuk para ibu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....