Melatih Otot Lower Body Bisa Jadi Skincare Anti-Aging Alami
- 05 Jul 2026 17:42 WIB
- Wamena
Poin Utama
- Kunci rahasia anti-aging bukan terletak pada produk skincare mahal, melainkan pada kekuatan otot tubuh bagian bawah (lower body muscle) yang menghasilkan zat myokine.
- Sekitar 60-70% dari total otot rangka manusia berada di area lower body, sehingga melatih area ini menghasilkan myokine anti-aging yang jauh lebih melimpah.
- Studi King's College London selama 10 tahun pada 324 orang kembar membuktikan bahwa partisipan dengan otot lower body lebih kuat menunjukkan penurunan kognitif dan penuaan otak yang jauh lebih rendah.
- Myokine dihasilkan saat melakukan aktivitas fisik atau strength training dan mengalir melalui darah untuk menurunkan inflamasi, memperbaiki metabolisme, dan menjaga kesehatan otak.
- Otot bokong (glute muscle) bersifat 'use it or lose it' dan dapat menyusut atau hilang jika jarang digunakan atau terlalu lama dipakai untuk duduk.
RRI.CO.ID, WAMENA — Ditengah gempuran tren perawatan kulit wajah, masyarakat kerap rela merogoh kocek dalam-dalam demi suplemen premium, skincare berlapis, hingga perawatan klinis demi mempertahankan keremajaan kulit. Namun, sebuah fakta ilmiah mengungkapkan bahwa "kunci rahasia" untuk mencegah penuaan dini ternyata tidak hanya terletak di meja rias, melainkan pada kekuatan otot tubuh bagian bawah atau yang dikenal sebagai lower body muscle.
Bagaimana mungkin latihan fisik di area kaki dan bokong dapat memengaruhi penuaan pada wajah dan sel tubuh Secara biologis, proses penuaan makhluk hidup sangat berkaitan erat dengan kondisi telomere, yaitu bagian paling ujung yang berfungsi sebagai pelindung kromosom DNA manusia.
Seiring bertambahnya usia atau akibat gaya hidup tidak sehat, panjang telomere ini akan semakin memendek. Ketika telomere memendek drastis, tubuh akan mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan sel yang nyata, antara lain penurunan elastisitas kulit memicu keriput dan penuaan wajah, berkurangnya massa otot secara signifikan, dan menurunnya fungsi pembuluh darah.
Oleh karena itu, menjaga stabilitas dan kekuatan telomere menjadi harga mati jika ingin tetap awet muda. Untuk menjaga stabilitas pelindung DNA tersebut, tubuh membutuhkan zat sinyal khusus yang bernama myokine. Zat ini tidak dapat diproduksi secara pasif, melainkan hanya akan keluar dan aktif bergerak ketika seseorang melakukan aktivitas fisik atau berolahraga, terutama melalui latihan kekuatan atau strength training.
Setelah diproduksi oleh otot, myokine akan mengalir melalui aliran darah untuk membantu menurunkan tingkat inflamasi (peradangan) di seluruh tubuh. Tidak hanya itu, zat ini juga berdampak masif dalam memperbaiki sistem metabolisme, mempercepat proses pemulihan jaringan, hingga menjaga kesehatan otak manusia.
Pertanyaan yang kerap muncul, mengapa harus mengutamakan lower body jika tubuh memiliki kelompok otot lainnya?
Faktanya, sekitar 60% hingga 70% dari total seluruh otot rangka manusia berada di area lower body (tubuh bagian bawah). Dengan melatih area ini, produksi zat anti-aging myokine yang dihasilkan tentu jauh lebih melimpah dibandingkan hanya melatih otot-otot kecil.
Sebuah riset jangka panjang yang dilakukan oleh King’s College London memperkuat teori ini. Studi tersebut memantau sebanyak 324 orang kembar selama kurun waktu 10 tahun.
Hasilnya mencengangkan, partisipan yang memiliki perkembangan otot lower body lebih baik terbukti menunjukkan tingkat penurunan kognitif serta penuaan otak yang jauh lebih rendah. Latihan beban pada tubuh bagian bawah terbukti memberikan pengaruh besar pada stabilitas kadar gula darah, kelancaran sirkulasi, hingga stamina tubuh secara menyeluruh.
Ada anggapan keliru di masyarakat bahwa olahraga berat justru mempercepat penuaan karena radikal bebas. Faktanya, kondisi ekstrem tersebut umumnya hanya terjadi pada level atlet profesional dengan porsi latihan super ketat.
Bagi masyarakat awam, ancaman penuaan terbesar justru datang dari perilaku kurang bergerak dan berkurangnya massa otot akibat malas berolahraga.
Salah satu kelompok otot krusial yang paling rentan adalah glute muscle/otot bokong. Otot ini bersifat "use it or lose it" artinya, otot ini bisa menyusut bahkan "hilang" jika jarang digunakan atau terlalu lama dipakai untuk duduk.
Wajar saja jika melakukan lower body exercise terasa jauh lebih melelahkan dan berat, sebab latihan ini menuntut keterlibatan dan membangun fondasi tubuh secara keseluruhan. Namun, di balik rasa lelah tersebut, latihan ini sejatinya sedang mengaktifkan "tombol otomatis" anti-aging di seluruh tubuh Anda. Mulailah bergerak dan latih otot bawah hari ini demi investasi kesehatan jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....