Beli Antibiotik Sembarangan? Ketahui Resikonya
- 04 Jul 2026 11:04 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Antibiotik sering menjadi pilihan saat tubuh terasa tidak enak, seperti demam, batuk, atau pilek. Padahal, tidak semua penyakit membutuhkan antibiotik sehingga penggunaannya tidak boleh dilakukan sembarangan.
Antibiotik hanya bekerja untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, bukan virus. Itulah sebabnya antibiotik tidak dapat menyembuhkan penyakit seperti influenza, sebagian besar batuk pilek, atau COVID-19.
Kebiasaan membeli antibiotik tanpa resep dan menghentikan obat sebelum waktunya dapat memicu resistensi antibiotik. Kondisi ini terjadi ketika bakteri menjadi kebal terhadap obat sehingga infeksi lebih sulit diobati dan pilihan pengobatan menjadi semakin terbatas.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut resistensi antimikroba sebagai salah satu ancaman kesehatan global yang paling serius. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pasien, tetapi juga meningkatkan risiko penyebaran infeksi, masa rawat yang lebih lama, hingga biaya pelayanan kesehatan.
Karena itu, penggunaan antibiotik perlu dilakukan secara bijak. Antibiotik sebaiknya hanya digunakan berdasarkan resep tenaga medis, dihabiskan sesuai aturan, serta tidak disimpan untuk digunakan di kemudian hari atau diberikan kepada orang lain.
Jika masih ragu apakah suatu penyakit membutuhkan antibiotik, masyarakat dapat berkonsultasi dengan dokter atau apoteker. Langkah sederhana ini membantu memastikan pengobatan yang tepat sekaligus mencegah munculnya resistensi antibiotik.
Menggunakan antibiotik dengan benar bukan hanya melindungi kesehatan diri sendiri, tetapi juga menjaga agar obat ini tetap efektif bagi orang lain di masa depan. Semakin bijak menggunakan antibiotik, semakin besar pula peluang kita mencegah resistensi yang mengancam kesehatan bersama.
Sumber:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Gunakan Antibiotik Secara Bijak untuk Cegah Resistensi Antimikroba.
World Health Organization (WHO). Antimicrobial Resistance.
World Health Organization (WHO). Antibiotic Resistance.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....