Program Cek Kesehatan Gratis Dorong Perubahan Gaya Hidup Sehat Masyarakat

  • 30 Jun 2026 14:27 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Matelda Rumatora, mengatakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini dilaksanakan tidak hanya di fasilitas kesehatan, tetapi juga menyasar lingkungan sekolah dan berbagai kelompok masyarakat. Program tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan skrining kesehatan sejak dini.

Matelda menjelaskan, pelaksanaan CKG di sekolah diperuntukkan bagi anak usia 7 hingga 18 tahun. Sasaran tersebut mencakup siswa Sekolah Dasar (SD) usia 7–12 tahun, Sekolah Menengah Pertama (SMP) usia 13–15 tahun, hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) usia 16–18 tahun sehingga pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan sesuai kelompok usia.

Selain di sekolah, CKG juga dilaksanakan melalui pendekatan komunitas. Menurutnya, kegiatan ini dapat dilakukan di berbagai kelompok masyarakat seperti masjid, gereja, tingkat kelurahan, desa, maupun kampung. Pelaksanaannya dijadwalkan secara berkala melalui kegiatan Pos Bindu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dapat digelar setiap bulan.

"Jadi sekarang CKG atau Cek Kesehatan Gratis itu dilakukan di sekolah untuk anak usia 7 sampai 18 tahun. Selain itu ada juga CKG yang sifatnya komunitas, dilaksanakan di kelompok masyarakat seperti di masjid, gereja, kelurahan, desa, maupun kampung melalui kegiatan Pos Bindu ILP," ujar Matelda.

Ia menjelaskan, dalam Pos Bindu ILP telah terintegrasi berbagai program kesehatan yang melayani seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi, anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia. Dengan layanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin tanpa harus menunggu munculnya keluhan.

Menurut Matelda, tujuan utama program ini adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan skrining kesehatan sedini mungkin sehingga faktor risiko penyakit tidak menular dapat diketahui lebih awal. Dengan mengetahui kondisi kesehatannya, masyarakat diharapkan segera melakukan perubahan pola hidup dan perilaku agar risiko penyakit dapat ditekan.

"Harapannya masyarakat secara dini dapat melakukan screening kesehatan dan mengetahui faktor risikonya. Ketika faktor risiko ditemukan, mereka bisa segera mengubah pola hidup dan perilakunya sehingga penyakit tidak menular dapat dicegah sejak awal," katanya.

Ia menambahkan, skrining kesehatan juga penting bagi masyarakat yang belum menyadari memiliki faktor risiko seperti hipertensi atau diabetes melitus. Melalui deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga mencegah terjadinya komplikasi serius seperti stroke maupun penyakit jantung. "Program ini bertujuan menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat, sekaligus mencegah penyandang penyakit tidak menular mengalami komplikasi," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....