Benarkah Lari Rutin Bisa Membuat Otak Lebih Cerdas
- 28 Jun 2026 05:53 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo -Belakangan ini, olahraga lari semakin digemari berbagai kalangan. Selain mudah dilakukan dan tidak membutuhkan peralatan yang rumit, aktivitas ini dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan jantung dan kebugaran tubuh. Namun, benarkah kebiasaan berlari juga dapat membuat otak menjadi lebih cerdas?
Jawabannya mengarah pada ya, berdasarkan temuan sejumlah penelitian ilmiah. Salah satunya dipublikasikan dalam jurnal Physiology tahun 2017 melalui studi berjudul Running Changes the Brain: the Long and the Short of It. Penelitian yang dilakukan oleh Carmen Vivar dan Henriette van Praag tersebut mengulas bagaimana aktivitas berlari mampu memengaruhi struktur dan fungsi otak.
Fokus penelitian ini berada pada hipokampus, yaitu bagian otak yang berperan penting dalam pembentukan memori dan proses belajar. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan sempat beranggapan bahwa manusia tidak lagi mampu menghasilkan sel-sel otak baru setelah memasuki usia dewasa. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
| Baca juga: Manfaat Ikan Teri bagi Kesehatan Tubuh |
Melalui penelitian pada mamalia yang memiliki struktur otak serupa dengan manusia, para peneliti menemukan bahwa aktivitas berlari, bahkan dengan intensitas ringan sekalipun, dapat merangsang neurogenesis, yaitu proses terbentuknya neuron atau sel saraf baru, khususnya di area hipokampus.
Lalu, apa yang terjadi ketika seseorang rutin berlari?
Dalam jangka pendek, lari membantu meningkatkan aliran darah menuju otak sekaligus memengaruhi keseimbangan zat kimia atau neurotransmiter. Pada saat yang sama, otak meningkatkan produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), yaitu protein yang berfungsi mendukung pertumbuhan, perlindungan, dan kelangsungan hidup sel-sel saraf. BDNF sering diibaratkan sebagai "nutrisi" yang menjaga kesehatan jaringan otak.
Sel-sel otak yang baru terbentuk tidak langsung bekerja secara optimal. Dibutuhkan waktu beberapa minggu hingga neuron-neuron tersebut berkembang, membentuk percabangan, dan terhubung dengan jaringan saraf lain melalui bantuan neurotransmiter seperti glutamat. Proses inilah yang menjadi salah satu manfaat jangka panjang dari kebiasaan berlari secara rutin.
Semakin konsisten seseorang berolahraga lari, semakin baik pula proses pembentukan dan koneksi antar sel saraf di dalam otak. Dampaknya dapat dirasakan dalam berbagai aspek fungsi kognitif.
Di antaranya adalah meningkatnya kemampuan belajar dan mengingat informasi baru, kemampuan membedakan pengalaman atau kenangan yang hampir serupa sehingga mengurangi risiko lupa atau tertukar, serta membantu menjaga volume jaringan otak seiring bertambahnya usia.
Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa manfaat ini terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan. Bahkan, olahraga lari dinilai berpotensi memperlambat proses penuaan otak dengan menjaga kesehatan sel-sel saraf dalam jangka panjang.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa manfaat tersebut tidak diperoleh secara instan. Kuncinya adalah konsistensi. Berlari secara teratur, dipadukan dengan pola makan bergizi, tidur yang cukup, dan gaya hidup sehat, dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga tubuh tetap bugar sekaligus mendukung kesehatan dan ketajaman fungsi otak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....