Lapar Bikin Galak, Ini Penjelasan Mengapa Emosi Mudah Meledak saat Perut Kosong

  • 28 Jun 2026 01:11 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Lapar bikin galak ternyata bukan sekadar mitos. Kondisi ini dapat dijelaskan secara medis sebagai respons biologis yang wajar ketika tubuh kekurangan energi. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah hangry, sebuah kata dalam bahasa Inggris yang merupakan gabungan dari hungry (lapar) dan angry (marah).

Kondisi hangry muncul ketika kadar gula darah menurun akibat tubuh belum mendapat asupan makanan dalam waktu tertentu. Akibatnya, seseorang menjadi lebih mudah tersinggung, tidak sabar, bahkan meledak secara emosional hanya karena hal-hal kecil.

Secara medis, kondisi ini dipicu oleh menurunnya kadar glukosa atau gula darah yang menjadi sumber energi utama bagi otak. Ketika pasokan glukosa berkurang, kemampuan otak untuk berpikir jernih, mengambil keputusan, dan mengendalikan emosi ikut menurun.

Tubuh lalu bereaksi dengan melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Kedua hormon tersebut berfungsi membantu tubuh bertahan dalam situasi darurat akibat minimnya cadangan energi.

Peningkatan kadar adrenalin membuat detak jantung menjadi lebih cepat. Namun, kondisi ini juga dapat membuat seseorang menjadi lebih sensitif terhadap lingkungan sekitar sehingga lebih mudah meluapkan emosi.

Para ahli menjelaskan bahwa perubahan suasana hati saat lapar merupakan reaksi biokimia yang terjadi secara alami di dalam tubuh. Karena itu, rasa marah atau mudah tersinggung ketika belum makan bukan sekadar alasan emosional tanpa penyebab yang jelas.

Untuk mencegah kondisi tersebut, menjaga pola makan secara teratur menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan. Asupan makanan yang cukup membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sehingga fungsi otak dan pengendalian emosi dapat berjalan optimal.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....