Penanganan DBD Butuh Basis Data Wilayah
- 23 Jun 2026 15:12 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD), tidak cukup hanya dengan penanganan saat terjadi kasus. Pakar Parasitologi UMY Profesor Tri Wulandari Kesetyaningsih juga menyebut pentingnya memahami pola persebaran penyakit sesuai karakter setiap wilayah.
Maka, ia pun menawarkan pendekatan analisis spasial, untuk memahami situasi penyebaran DBD. Pendekatan ini, menggunakan basis data lapangan, sehingga upaya pengendalian diharapkan bisa lebih akurat.
Pendekatan tersebut ia beri nama Geographically Weighted Regression (GWR). Metode ini mampu mengidentifikasi hubungan antara kejadian DBD, dan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi sesuai kondisi geografis setempat.
”Salah satu tantangan utama dalam pengendalian DBD adalah pola penyebarannya tidak merata,” katanya melalui pernyataan tertulis, Selasa, 23 Juni 2026. Bahkan, wilayah yang berdekatan dapat memiliki tingkat kejadian DBD berbeda.”
Berbeda dengan analisis statistik konvensional yang menghasilkan gambaran umum. Metode GWR bisa mengidentifikasi faktor dominan yang memengaruhi peningkatan kasus di wilayah tertentu, sehingga data lebih spesifik dan kontekstual.
Analisis spasial tidak hanya bermanfaat untuk kepentingan penelitian akademik. Namun juga bisa menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan kesehatan masyarakat, agar hasilnya bisa lebih efektif dan tentu saja tepat sasaran.
”Melalui pemetaan wilayah berisiko tinggi, pemerintah dapat menentukan prioritas intervensi,” katanya. ”Juga mengoptimalkan alokasi sumber daya kesehatan, serta meningkatkan efektivitas program pengendalian DBD.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....