Berapa Lama Duri Ikan Bisa Hancur Sendiri di Tenggorokan? Ini Penjelasan Medisnya
- 18 Jun 2026 07:20 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Menyantap hidangan ikan merupakan salah satu favorit masyarakat, namun risiko duri ikan tersangkut di tenggorokan sering kali menjadi momok yang menakutkan. Di tengah masyarakat, beredar anggapan bahwa duri ikan yang tersangkut dapat hancur atau larut dengan sendirinya jika didiamkan dalam waktu tertentu. Namun, apakah anggapan ini benar secara medis?
Fakta Medis: Duri Ikan Tidak Bisa Hancur di Tenggorokan
Pakar kesehatan menegaskan bahwa duri ikan tidak akan pernah hancur atau larut jika hanya mengandalkan air liur (saliva) di dalam tenggorokan. Struktur duri ikan tersusun dari material organik dan kalsium yang padat, mirip dengan tulang pada umumnya. Air liur manusia tidak memiliki kadar asam atau enzim yang cukup kuat untuk mengikis material keras tersebut.
Duri ikan baru bisa hancur apabila sudah berhasil masuk ke dalam lambung, di mana cairan asam klorida (asam lambung) yang sangat kuat akan memproses dan melarutkannya.
Sensasi Mengganjal: Duri Masih Ada atau Hanya Luka Gores?
Banyak orang merasa seolah duri masih menyangkut padahal rasa sakit tersebut hanyalah efek sisa. Secara medis, kondisi ini terbagi menjadi dua skenario:
- Hanya Luka Gores (Duri Sudah Lolos): Jika duri ikan sebenarnya sudah tertelan ke lambung tetapi sempat menggores dinding tenggorokan, sensasi perih atau mengganjal biasanya akan bertahan selama 24 hingga 48 jam. Jaringan mukosa tenggorokan yang terluka membutuhkan waktu 1–2 hari untuk pulih sepenuhnya.
- Duri Benar-Benar Tersangkut: Jika setelah lebih dari 24 jam rasa tajam dan menusuk tetap konsisten di satu titik, terutama saat menelan ludah, kemungkinan besar duri tersebut masih tertancap di jaringan tenggorokan, amandel, atau pangkal lidah.
Peringatan Medis: Membiarkan duri ikan tertancap di tenggorokan selama berhari-hari sangat berbahaya. Kondisi ini dapat memicu peradangan jaringan lokal, infeksi bakteri, hingga terbentuknya abses (kantung nanah) di leher yang dapat mengancam nyawa jika bermigrasi ke pembuluh darah besar.
Mengapa Menelan Gumpalan Nasi Tidak Disarankan?
Metode tradisional seperti menelan gumpalan nasi putih atau roti tanpa dikunyah sering kali dipraktikkan untuk mendorong duri ke lambung. Namun, dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) sangat tidak menyarankan cara ini.
Menelan makanan padat berukuran besar dalam sekali teguk justru berisiko menekan duri ikan lebih dalam ke jaringan lunak, mematahkannya di dalam esofagus (kerongkongan), atau bahkan merobek dinding saluran pencernaan yang dapat memicu perdarahan hebat.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika Anda mengalami gejala-gejala berikut setelah tidak sengaja menelan duri ikan, segeralah pergi ke instalasi gawat darurat atau dokter spesialis THT:
- Kesulitan bernapas atau mengorok.
- Nyeri dada yang hebat atau pembengkakan di area leher.
- Air liur terus keluar secara berlebihan (tidak mampu menelan ludah sendiri).
- Terdapat bercak darah yang keluar saat batuk atau meludah.
Dokter biasanya akan mendeteksi posisi duri menggunakan alat khusus seperti flexible nasoendoscopy (kamera kecil berpipa fleksibel) untuk mencabut duri dengan aman menggunakan pinset steril, atau melakukan pembiusan jika posisi duri sudah masuk terlalu dalam ke kerongkongan.
Sumber:
- Siloam Hospitals (Informasi Kesehatan Resmi): Menegaskan risiko komplikasi dari penanganan mandiri yang salah (seperti menelan gumpalan makanan padat secara paksa) serta metode diagnosis medis yang disarankan.
- Dr. Leslie Koh (ENT Specialist): Memaparkan studi klinis bahwa duri ikan yang direndam dalam cairan asam sejenis cuka atau kola sekalipun tetap utuh dalam waktu lama, membuktikan bahwa probabilitas duri larut sendiri di area tenggorokan adalah nol persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....