Pemko Perkuat Sinergi Penanggulangan HIV/AIDS

  • 11 Jun 2026 21:54 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru menggelar Rapat Koordinasi Layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) dan Penguatan Sinergitas Program Penanggulangan HIV/AIDS Kota Pekanbaru, Kamis 11 Juni 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru, Markarius Anwar.

Rapat koordinasi dihadiri dokter-dokter layanan VCT, kepala puskesmas, perwakilan dokter spesialis kulit dan kelamin, serta unsur terkait dari Pemerintah Provinsi Riau. Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi kinerja penanggulangan HIV/AIDS sekaligus menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas layanan dan pencegahan di Kota Pekanbaru.

Markarius Anwar mengatakan, rapat tersebut menjadi momentum untuk mendengarkan langsung berbagai persoalan dan kebutuhan yang dihadapi tenaga kesehatan di lapangan dalam menangani kasus HIV/AIDS. Menurutnya, masukan dari para dokter dan petugas kesehatan sangat penting untuk memperkuat program yang telah berjalan.

"Hari ini kita berkoordinasi dengan seluruh dokter VCT, kepala puskesmas, dokter spesialis kulit dan kelamin, serta perwakilan dari provinsi. Selain melakukan evaluasi terhadap kinerja penanggulangan HIV/AIDS, kami juga mendengarkan berbagai kebutuhan, kendala, dan persoalan yang dihadapi petugas di lapangan. Dari sini kita menyusun strategi bersama agar penanganan HIV/AIDS di Pekanbaru bisa lebih optimal," ujar Markarius.

Dalam rapat tersebut, terungkap sejumlah kebutuhan yang perlu mendapat perhatian, di antaranya ketersediaan alat rapid test untuk deteksi awal HIV serta peningkatan fasilitas sterilisasi di puskesmas. Markarius menegaskan bahwa deteksi dini menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS sehingga sarana pendukung harus terus diperkuat.

"Kita menemukan beberapa kekurangan yang perlu segera ditindaklanjuti, seperti kebutuhan rapid test untuk pemeriksaan awal dan peningkatan alat sterilisasi di puskesmas. Yang paling penting adalah bagaimana kita memperkuat identifikasi dan deteksi dini sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat," katanya.

Selain penguatan layanan kesehatan, KPA Kota Pekanbaru juga berencana memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat. Program penyuluhan akan melibatkan perguruan tinggi, Kementerian Agama, serta lembaga dakwah guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan HIV/AIDS dan pentingnya perilaku hidup sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti berbagai masukan yang muncul dalam rapat, termasuk peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski).

"Kami akan menindaklanjuti rencana pelatihan untuk dokter-dokter VCT bekerja sama dengan Perdoski agar kompetensi tenaga kesehatan terus diperbarui. Selain itu, kami juga akan mempertimbangkan penambahan kebutuhan alat rapid test serta dukungan tenaga psikolog di puskesmas untuk memperkuat layanan kepada masyarakat," ujar Hazli.

Ia menambahkan bahwa selama ini pendampingan terhadap pasien HIV/AIDS telah berjalan dengan baik. Namun, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan sarana pendukung tetap diperlukan agar layanan pencegahan, deteksi, dan penanganan HIV/AIDS di Kota Pekanbaru semakin optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....