Duel Karbo Lebaran: Ketupat vs Nasi, Siapa yang Paling Bikin Gula Darah Meroket?
- 31 Mei 2026 14:15 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Ketupat menjadi hidangan yang hampir selalu hadir saat Lebaran. Disajikan bersama opor, rendang, atau gulai, makanan berbahan dasar beras ini kerap menjadi pilihan utama masyarakat. Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas, apakah ketupat lebih aman untuk gula darah dibandingkan nasi putih biasa?
Secara bahan dasar, ketupat dan nasi sebenarnya sama-sama terbuat dari beras. Perbedaannya terletak pada proses pengolahan. Beras yang dimasak dalam anyaman daun kelapa akan mengembang dan menjadi lebih padat setelah matang. Karena kandungan utamanya tetap beras, keduanya sama-sama mengandung karbohidrat yang dapat meningkatkan kadar gula darah.
Meski begitu, beberapa ahli gizi menjelaskan bahwa ketupat memiliki kepadatan yang berbeda dibandingkan nasi. Dalam porsi yang sama, kandungan karbohidrat ketupat bisa sedikit lebih rendah karena mengandung lebih banyak air setelah proses pemasakan. Namun, perbedaannya tidak terlalu signifikan untuk memberikan dampak besar terhadap lonjakan gula darah.
Yang lebih menentukan justru jumlah porsi dan lauk pendampingnya. Menyantap ketupat atau nasi dalam jumlah berlebihan, ditambah makanan tinggi lemak dan santan, dapat membuat asupan kalori dan gula darah meningkat. Karena itu, pengaturan porsi tetap menjadi kunci, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang menjaga kadar gula darah.
Jadi, jika harus memilih antara ketupat dan nasi, tidak ada pemenang mutlak dalam "duel karbo" ini. Keduanya tetap perlu dikonsumsi secara bijak. Menikmati hidangan Lebaran sah-sah saja, asalkan tetap memperhatikan porsi, memperbanyak sayur, dan mengimbanginya dengan aktivitas fisik agar tubuh tetap sehat selama momen perayaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....