Tanpa Disadari, Kebiasaan Ini bikin Perut Buncit
- 25 Mei 2026 12:22 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Perut buncit tidak selalu disebabkan oleh kebiasaan makan berlebihan. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola hidup yang kurang sehat seperti stres berkepanjangan, kurang tidur, minim aktivitas fisik, hingga konsumsi gula berlebih turut menjadi pemicu utama penumpukan lemak di area perut.
Kondisi perut buncit atau obesitas abdominal terjadi ketika lemak visceral menumpuk di sekitar organ dalam tubuh. Lemak jenis ini dinilai lebih berbahaya dibanding lemak biasa karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga gangguan metabolisme.
Salah satu faktor yang paling sering tidak disadari adalah stres berlebihan. Saat seseorang mengalami stres kronis, tubuh memproduksi hormon kortisol lebih tinggi. Hormon ini diketahui dapat memicu peningkatan nafsu makan dan mempercepat penumpukan lemak di area perut. Penelitian dalam jurnal Nutrition & Metabolism menjelaskan bahwa stres berkepanjangan berhubungan erat dengan gangguan metabolisme dan obesitas abdominal.
Selain stres, kurang tidur juga menjadi penyebab penting meningkatnya lemak perut. Penelitian yang dimuat dalam jurnal Nutrients menemukan bahwa durasi tidur yang pendek berkaitan dengan meningkatnya risiko obesitas abdominal. Kurang tidur mengganggu hormon pengatur lapar dan kenyang sehingga seseorang cenderung makan lebih banyak, terutama makanan tinggi gula dan lemak.
Asupan protein yang rendah turut memperburuk kondisi tersebut. Protein membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan menjaga metabolisme tetap optimal. Sebaliknya, konsumsi gula dan karbohidrat sederhana secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan insulin yang memicu penumpukan lemak di area perut. Para ahli metabolisme juga menyarankan konsumsi protein alami seperti ikan, telur, kacang-kacangan, dan yoghurt untuk menjaga keseimbangan energi tubuh.
Gaya hidup sedentari atau jarang bergerak juga berperan besar terhadap pembentukan perut buncit. Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan pembakaran kalori menurun sehingga lemak visceral lebih mudah menumpuk. Penelitian nasional yang dipublikasikan dalam jurnal Healthcare tahun 2024 menyebutkan bahwa individu yang tidak rutin berolahraga memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas abdominal.
Para pakar kesehatan menekankan bahwa solusi mengatasi perut buncit tidak cukup hanya dengan mengurangi porsi makan. Perubahan gaya hidup secara menyeluruh menjadi langkah paling efektif, mulai dari tidur cukup 7–9 jam per malam, mengelola stres, memperbanyak konsumsi protein, mengurangi gula tambahan, hingga rutin bergerak dan berolahraga ringan setiap hari.
Masyarakat juga diimbau untuk lebih memperhatikan lingkar perut sebagai indikator kesehatan. Sebab, perut buncit bukan sekadar persoalan penampilan, tetapi juga dapat menjadi tanda awal gangguan metabolisme yang berdampak jangka panjang terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....