Ini yang Dirasakan Pasien setelah Keluar dari ICU

  • 16 Mei 2026 18:22 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Keluar dari ruang ICU sering dianggap sebagai garis finis perjuangan melawan penyakit berat. Padahal, menurut dr. Vira Farhati, MSc, Specials di rumah sakit Hermina, itu justru awal dari fase krusial berikutnya. Pasien yang baru keluar dari ICU menang satu pertempuran. Tapi perang untuk kembali pulih sepenuhnya baru dimulai, Hal tersebut disampaikan saat diwawancara RRI, Sabtu 16 Mei 2026

Menurut dr. Vira, kondisi pasca ICU dikenal sebagai Post Intensive Care Syndrome atau PICS. Pasien tidak hanya menghadapi kelemahan otot akibat tirah baring lama, tapi juga gangguan fungsi paru, kesulitan menelan, serta dampak psikologis seperti kecemasan, depresi, dan gangguan tidur.

“Banyak keluarga kaget karena pasien sudah sadar, tapi belum bisa berjalan, bicara lancar, atau bahkan takut ditinggal sendiri. Ini normal dan bisa dipulihkan dengan program yang tepat,” jelasnya.

dr. Vira menekankan ada tiga pilar utama agar pemulihan pasca ICU berjalan optimal:

  1. Rehabilitasi Terstruktur

    Fisioterapi, terapi okupasi, dan terapi wicara harus dimulai sedini mungkin. Tujuannya mengembalikan kekuatan otot, kemandirian aktivitas sehari-hari, dan fungsi komunikasi.

  2. Nutrisi dan Istirahat yang Tepat

    Tubuh yang habis terkuras butuh asupan protein, kalori, dan mikronutrien tinggi untuk regenerasi. Pola tidur juga perlu diatur ulang karena siklus tidur pasien ICU sering kacau.

  3. Dukungan Psikososial Keluarga

    “Keluarga adalah terapi terbaik. Tapi keluarga juga perlu diedukasi agar tidak overprotective atau justru menuntut pasien pulih terlalu cepat,” kata dr. Vira.

    Ia menyarankan keluarga ikut dalam sesi edukasi dan konseling agar bisa menjadi pendamping yang sabar dan suportif.

dr. Vira berpesan dengan agar tidak menyerah pada proses yang memang lambat.

“Pulih pasca ICU itu maraton, bukan sprint. Setiap langkah kecil, seperti bisa duduk 5 menit lebih lama atau makan tanpa bantuan, adalah kemenangan. Rayakan itu.”ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kontrol rutin ke dokter spesialis rehabilitasi medik dan psikolog jika diperlukan, agar tidak ada komplikasi yang terlewat, tutupnya

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....