Psikolog Ingatkan Bahaya Cyberchondria akibat Informasi Kesehatan Daring

  • 09 Mei 2026 11:44 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Psikolog Tanjungpinang, Mirta Yolanda, mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam mencari informasi kesehatan di internet. Ia menilai, meningkatnya akses digital membuat banyak orang kini lebih memilih mencari tahu gejala penyakit secara mandiri melalui mesin pencari dibanding berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan.

Fenomena tersebut, kata Mirta, berkaitan dengan kondisi yang dikenal sebagai cyberchondria, yakni kecenderungan seseorang merasa cemas berlebihan setelah membaca informasi kesehatan secara daring. Menurutnya, informasi yang beredar di internet tidak selalu dipahami secara utuh sehingga sering memunculkan kesimpulan yang keliru.

Ia menjelaskan gejala ringan yang sebenarnya umum terjadi kerap diasosiasikan dengan penyakit serius setelah seseorang membaca berbagai artikel kesehatan tanpa pendampingan medis. Kondisi itu kemudian memicu sugesti negatif dan meningkatkan rasa khawatir terhadap kesehatan diri sendiri.

“Banyak orang merasa gejalanya sama seperti yang dibaca di internet, lalu muncul ketakutan berlebihan meski belum ada pemeriksaan medis yang memastikan,” kata Mirta Yolanda, Sabtu, 9 Mei 2026.

Mirta menambahkan cyberchondria dapat berdampak pada kondisi fisik maupun mental. Beberapa orang mengalami gangguan tidur, jantung berdebar, hingga rasa cemas berkepanjangan akibat terlalu sering mencari informasi penyakit secara online. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa bahaya terbesar dari fenomena ini adalah tindakan self-diagnosis atau mendiagnosis diri sendiri yang berujung pada pengobatan yang salah.

“Bahayanya, ketika seseorang sudah merasa yakin dengan diagnosa dari internet, mereka cenderung melakukan pengobatan mandiri tanpa resep dokter. Ini justru berisiko memperburuk kondisi fisik yang sebenarnya mungkin sederhana menjadi lebih fatal karena salah penanganan,” ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi, ia menyarankan masyarakat untuk selalu menyaring sumber informasi yang dibaca. Tidak semua situs web kesehatan memiliki kredibilitas yang sama atau berbasis pada penelitian medis yang terbaru.

“Internet seharusnya menjadi referensi awal untuk menambah wawasan, bukan menjadi hakim penentu kondisi kesehatan kita. Jika memang ingin mencari informasi secara daring, pastikan sumbernya berasal dari institusi kesehatan resmi atau jurnal medis yang terverifikasi,” ujarnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....