GERD Bukan Sekadar Maag, Kenali Bahayanya sebelum Terlambat

  • 07 Mei 2026 19:56 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Penyakit Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD, sering dianggap sepele karena gejalanya mirip sakit maag biasa. Padahal, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup jika terjadi terus-menerus dan tidak ditangani dengan baik.

Dijelaskan WHO, GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup antara lambung dan esofagus. Kondisi tersebut dapat memicu rasa panas di dada, mulut terasa asam, hingga nyeri saat menelan.

Jika dibiarkan dalam waktu lama, GERD dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada dinding kerongkongan. Bahkan, penderita berisiko mengalami luka pada esofagus yang membuat proses makan menjadi tidak nyaman.

Selain gangguan pada kerongkongan, GERD juga bisa mengganggu sistem pernapasan. Asam lambung yang naik hingga ke tenggorokan dapat memicu batuk kronis, suara serak, dan memperburuk penyakit asma.

Bahaya lain dari GERD, adalah munculnya gangguan tidur akibat rasa panas dan nyeri di malam hari. Kondisi tersebut membuat tubuh kurang beristirahat, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu dan tubuh mudah lelah.

Pada kasus tertentu, GERD kronis dapat menyebabkan perubahan sel pada lapisan kerongkongan yang dikenal sebagai Barrett’s Esophagus. Kondisi ini perlu diwaspadai, karena dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan meskipun tidak semua penderita mengalaminya.

Faktor pemicu GERD, antara lain pola makan tidak sehat, sering mengonsumsi makanan pedas dan berlemak. Kebiasaan langsung tidur setelah makan, stres, merokok, dan berat badan berlebih juga dapat memperparah naiknya asam lambung.

Pencegahan GERD dapat dilakukan dengan mengatur pola makan, menghindari makan berlebihan, dan menjaga berat badan ideal. Jika gejala terus muncul lebih dari dua kali seminggu, berkonsultasilah dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....