Mengenal Gejala dan Dampak Stunting
- 05 Mei 2026 07:27 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Stunting adalah gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang. Stunting apabila panjang atau tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional yang berlaku.
| Baca juga: Berikut Cara Cegah Mabuk Perjalanan |
Berikut Gejala dan Tanda Stunting :
1. Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya.
2. Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda / kecil untuk usianya.
3. Berat badan rendah untuk anak seusianya.
4. Pertumbuhan tulang tertunda.
5. Pertumbuhan melambat
6. Pertumbuhan gigi terlambat.
Berikut Penyebab Sunting :
1. Pola makan
2. Pola asuh
3. Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi.
Kondisi anak Indonesia pada umumnya baik pada saat lahir, akan terjadi gagal tumbuh setelah memasuki usia 2-3 bulan. Stunting mulai terjadi dari pra-konsepsi, ketika seorang remaja menjadi ibu yang kurang gizi dan anemia menjadi parah ketika hamil dengan asupan gizi tidak mencukupi kebutuhan dan ibu hidup di lingkungan dengan sanitasi kurang memadai.
Berikut Dampak Stunting :
1. Jangka Pendek
Terganggunya perkembangan otak, kecerdasan berkurang, gangguan pertumbuhan fisik, gangguan metabolisme dalam tubuh.
2. Jangka Panjang
Menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, risiko tinggi untuk munculnya penyakit diabetes, obesitas, penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke dan disabilitas pada usia tua.
Stunting tidak boleh dianggap sepele, berikut penjelasannya :
1. Karena anak tidak mendapatkan berbagai gizi penting untuk pertumbuhan.
2. Sistem kekebalan tubuhnya berkurang.
3. Pertumbuhan otaknya menjadi tidak optimal.
4. Stunting berkontribusi terhadap 15-17?ri seluruh kematian anak di dunia.
5. Karena kurang berprestasi di sekolah, saat dewasa menjadi kurang produktif.
6. Penghasilan saat dewasa berkurang, maka akan terus berada dalam garis kemiskinan.
7. Akan menurunkan penghasilan seumur hidup sebanyak 20%.
8. Akhirnya kurang berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi keluarga dan bangsa.
Berikut Pencegahan Stunting :
1. Memenuhi kebutuhan gizi anak yang sesuai pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak.
2. Pemenuhan kebutuhan asupan nutrisi bagi ibu hamil.
3. Konsumsi protein pada menu harian untuk balita usia di atas 6 bulan dengan kadar protein sesuai dengan usianya.
4. Menjaga kebersihan sanitasi dan memenuhi kebutuhan air bersih.
5. Rutin membawa balita ke Posyandu minimal satu bulan sekali.
Sumber Kemenkes RI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....