Diet Intermittent Fasting

  • 27 Apr 2026 08:58 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Apa Itu Intermittent Fasting? Diet intermittent fasting atau diet puasa merupakan metode mengatur pola makan dengan menerapkan puasa makan selama waktu tertentu. Namun, kamu masih bisa minum seperti biasa.

Alih-alih menggunakan sebutan diet yang mengacu pada pembatasan atau pengurangan porsi makan, metode puasa ini cenderung lebih berfokus untuk mengatur pola dan kebiasaan makan.

Diet intermittent fasting tidak mengatur jenis makanan yang perlu kamu batasi atau konsumsi, tetapi waktu kamu mengonsumsi makanan tersebut dan kapan harus berhenti. Sering kali, bentuk diet ini merekomendasikan puasa sekitar 16 jam dengan waktu yang bisa kamu atur sendiri.

Metode Intermittent Fasting yang Populer

Ada beberapa metode intermittent fasting yang bisa kamu coba, di antaranya:

  • Metode 16/8: Metode ini melibatkan puasa selama 16 jam setiap hari dan memiliki jendela makan selama 8 jam. Contohnya, kamu bisa makan antara jam 12 siang hingga 8 malam.
  • Metode 14/10: Mirip dengan metode 16/8, tetapi dengan jendela puasa 14 jam dan jendela makan 10 jam. Metode ini lebih ringan dan cocok untuk pemula.
  • Diet 5:2: Pada metode ini, kamu makan seperti biasa selama 5 hari dalam seminggu dan membatasi asupan kalori menjadi 500-600 kalori pada 2 hari yang tidak berurutan.
  • Eat-Stop-Eat: Metode ini melibatkan puasa penuh selama 24 jam, dilakukan 1-2 kali seminggu.

Manfaat Menjalani Diet Intermittent Fasting

Sebenarnya, puasa mempunyai banyak sekali manfaat untuk kesehatan. Ini artinya, menjalankan diet intermittent fasting juga menawarkan banyak efek baik untuk tubuh, antara lain:

1. Mengubah fungsi hormon, gen, dan sel

Ketika berpuasa, terjadi peningkatan pada kadar hormon pertumbuhan sekaligus penurunan pada kadar insulin. Selain itu, sel tubuh juga mulai proses regenerasi dan perbaikan sekaligus mengubah gen yang mereka perlukan.

2. Menghilangkan lemak perut dan menurunkan berat badan

Diet intermittent fasting juga membantu kamu mengonsumsi kalori dalam jumlah yang lebih sedikit dan meningkatkan metabolisme meski dalam porsi yang kecil.

Namun, tentunya hal ini memberikan efek positif untuk menghilangkan lemak pada perut dan penurunan berat badan.

3. Penurunan risiko diabetes tipe 2

Selain itu, metode diet ini juga membantu menurunkan gula darah pada pengidap diabetes sekaligus pengurangan kadar insulin.

Ini berarti, diet puasa juga bisa membantu menurunkan kadar gula darah dan risiko resistensi insulin, terlebih untuk pria.

3. Meningkatkan kerja otak

Kemudian, diet intermittent fasting yang dapat membantu meningkatkan kerja otak. Sebab, metode diet ini bisa mendukung terbentuknya saraf baru dan melindungi otak dari risiko kerusakan.

4. Memperbaiki kualitas tidur

Manfaat lain yang tidak boleh kamu lewatkan dari teknik diet ini adalah membantu memperbaiki kualitas tidur. Sebab, diet ini turut mengatur ritme sirkadian yang sangat penting dalam menentukan pola tidur.

Ritme sirkadian yang teratur tentu membuat kamu dapat terbangun dan tidur lebih baik.

sumber : halodoc.com/

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....