Waspada Dengkur, Tanda Gangguan Serius
- 24 Apr 2026 07:17 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Kebiasaan mendengkur saat tidur kerap dianggap hal biasa oleh masyarakat. Padahal, kondisi ini bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan serius, terutama jika terjadi secara terus-menerus dan disertai gejala lain seperti kelelahan di siang hari atau terbangun mendadak saat tidur.
Secara medis, mendengkur terjadi akibat penyempitan atau hambatan pada saluran napas bagian atas. Kondisi ini menyebabkan aliran udara bergetar dan menimbulkan suara khas saat tidur. Faktor pemicunya beragam, mulai dari kelelahan, obesitas, hingga gangguan struktur hidung dan tenggorokan.
Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah obstructive sleep apnea (OSA), yaitu gangguan tidur yang menyebabkan henti napas sementara. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, namun lebih berisiko pada laki-laki, usia di atas 40 tahun, serta individu dengan kelebihan berat badan atau gangguan saluran napas.
Gejala sleep apnea umumnya ditandai dengan dengkuran keras, sering terbangun saat tidur, hingga rasa lelah berlebihan meski sudah tidur cukup. Selain itu, penderita juga kerap mengalami kantuk di siang hari dan kesulitan berkonsentrasi akibat kualitas tidur yang buruk.
Dampak jangka panjang dari gangguan ini tidak bisa dianggap remeh. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sleep apnea dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, hingga stroke akibat menurunnya kadar oksigen dalam tubuh saat tidur.
Bahkan, dalam kasus tertentu, sleep apnea dapat menyebabkan henti napas berulang yang berpotensi memicu kematian mendadak. Selain itu, penderita juga berisiko mengalami gangguan kognitif, penurunan daya ingat, serta kecelakaan akibat rasa kantuk berlebih saat beraktivitas.
Untuk mengurangi risiko, masyarakat disarankan menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga berat badan ideal, menghindari alkohol, serta memperbaiki posisi tidur menjadi miring. Jika keluhan mendengkur disertai napas tersendat atau gejala lain yang mengganggu, pemeriksaan medis sangat dianjurkan guna memastikan diagnosis yang tepat.
Para ahli juga menegaskan bahwa tidak semua dengkuran berbahaya, namun jika terjadi terus-menerus dan mengganggu kualitas hidup, kondisi tersebut perlu ditangani secara serius. Pemeriksaan seperti sleep study dapat membantu mengetahui apakah seseorang mengalami gangguan tidur seperti sleep apnea atau tidak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....