Tenaga Kesehatan di Aceh Aceh Mulai Diimunisasi Campak-Rubella
- 22 Apr 2026 13:25 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Pemerintah Aceh mulai melaksanakan launching pemberian imunisasi campak rubella (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di Provinsi Aceh sebagai langkah strategis menekan lonjakan kasus campak yang masih tinggi di daerah tersebut.
Peluncuran program ini dilakukan oleh Pemerintah Aceh yang diwakili oleh Asisten 1 Sekda Aceh, Drs. Syakir, MSi pada Rabu (22/04/2026) di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, dan turut di hadiri langsung Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, Dr. Muhazar H, SKM, M.Kes dan Plt. Kadinkes Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes.
Pemberian imunisasi campak rubella bagi tenaga kesehatan ini menyasar tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dokter umum dan dokter gigi yang tengah menjalani program internship di fasilitas kesehatan milik pemerintah Aceh tersebut. Selain itu seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan, baik itu RSU Daerah maupun Rumah sakit umum pusat, sampai dengan FKTP yang ada di seluruh Indonesia wajib untuk mendapatkan imunisasi Campak Rubella.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, mengatakan kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan terkait pemberian imunisasi campak bagi tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan.
"Seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan, baik itu RSU Daerah maupun Rumah sakit umum pusat, sampai dengan FKTP yang ada di seluruh Indonesia wajib untuk mendapatkan imunisasi Campak Rubella", sebut Ferdiyus.
Pemberian imunisasi campak rubella (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan, ini bertujuan untuk melindungi tenaga kesehatan dari resiko tertular. Tenaga kesehatan merupakan kelompok berisiko tinggi terpapar penyakit.
Imunisasi ini penting tidak hanya untuk melindungi diri mereka, tetapi juga untuk melindungi pasien dan mencegah penularan di fasilitas layanan kesehatan.
"Kami sangat mengharapkan partisipasi aktif seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan, sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit melalui imunisasi", sebut Ferdiyus.
Tenaga kesehatan setiap hari berhadapan langsung dengan pasien dalam waktu yang panjang. Karena itu, perlindungan ekstra melalui imunisasi sangat penting. Ia menambahkan, imunisasi ini tidak hanya bertujuan melindungi nakes, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dalam mencegah penyakit menular.
“Kita ingin nakes, khususnya di puskesmas dan bidan desa, menjadi agen edukasi di tengah masyarakat,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....