Dinkes DIY Gencarkan Deteksi Dini HIV/AIDS

  • 21 Apr 2026 17:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta terus menggencarkan deteksi dini HIV/AIDS guna menekan angka penularan. Salah satunya dengan meningkatkan upaya penjangkauan untuk menemukan kasus baru yang belum terdeteksi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, dr. Ari Kurniawati mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar individu dengan faktor risiko dapat segera mengetahui status kesehatannya. Menurutnya, tren HIV di DIY bukan semata-mata menunjukkan peningkatan kasus, melainkan hasil dari upaya aktif pemerintah dalam menemukan penderita yang sebelumnya belum terdata.

"Justru kita berusaha mencari kasus yang belum tertangkap. Supaya yang berisiko bisa diketahui statusnya, HIV atau tidak. Kalau HIV, ayo segera berobat," ujarnya.

Saat ini, jumlah kasus baru di DIY tercatat sekitar 900 kasus, dengan kasus AIDS sekitar seperlima dari angka tersebut. Adapun berdasarkan data kumulatif hingga Triwulan III 2025, tercatat sebanyak 9.348 kasus HIV dan 2.464 kasus AIDS.

Ari mengatakan, deteksi dini sangat penting untuk mencegah kondisi berkembang menjadi AIDS yang berisiko menyebabkan kematian akibat infeksi lain. Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan.

"Kalau sudah berobat harus didampingi karena berobatnya seumur hidup. Jangan sampai bosan di tengah jalan. Jangan sampai dia kemudian berobat yang enggak teratur malah kemudian masuk ke stadium AIDS," kata Ari.

Untuk nenekan kasus HIV/AIDS, Dinkes DIY juga telah menjalankan program STOP HIV. Program ini terdiri dari Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan.

Suluh merupakan upaya edukasi kepada masyarakat terkait HIV dan AIDS, lalu Temukan yakni langkah aktif untuk menemukan kasus baru agar bisa segera diobati dan dicegah penularannya.

Selanjutnya, Obati berarti memberikan pengobatan bagi individu yang terkonfirmasi positif. Dan terakhir Pertahankan, di mana orang-orang yang sudah positif harus minum obat secara rutin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....