Intermittent Fasting Makin Populer, Efektif Turunkan Berat Badan atau Hanya Tren?
- 21 Apr 2026 10:07 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Metode diet intermittent fasting (IF) atau puasa berselang kian populer sebagai cara praktis menurunkan berat badan. Tidak sedikit yang mengklaim metode ini lebih efektif dibanding diet konvensional. Namun, bagaimana sebenarnya hasil kajian ilmiahnya?
Sebuah studi berjudul Intermittent Fasting: Efficacy, Safety, and Its Impact on Body Weight, Glucose Metabolism, and Gut Microbiota yang dipublikasikan di Cureus.com menyebutkan bahwa IF merupakan strategi yang menjanjikan untuk membantu penurunan berat badan sekaligus memperbaiki berbagai parameter kesehatan metabolik.
Penelitian tersebut mengungkap bahwa IF dapat meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan berat badan, serta membantu mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah jangka panjang (HbA1c). Selain itu, pola makan ini juga berpengaruh terhadap profil lipid serta mendorong perubahan positif pada bakteri baik di usus.
Para peneliti yang dipimpin Patryk Brasse juga mencatat bahwa IF berpotensi menekan proses peradangan dalam tubuh. Bahkan, melalui proses autofagi, mekanisme alami tubuh dalam membersihkan sel-sel rusak, metode ini dinilai memiliki peluang untuk mendukung kesehatan jangka panjang.
Meski begitu, studi tersebut juga menegaskan bahwa IF belum tentu lebih unggul dibanding metode pembatasan kalori konvensional (calorie restriction) dalam menjaga berat badan dalam jangka panjang. Dengan kata lain, efektivitasnya masih sebanding dengan pola diet klasik jika dijalankan secara konsisten.
Dari sisi keamanan, IF dinilai sebagai metode yang relatif aman dan dapat ditoleransi dengan baik oleh kebanyakan orang dewasa. Namun, penerapannya tetap harus dilakukan secara bijak. Bagi individu dengan penyakit kronis, diet ini sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis.
Popularitas IF sendiri dinilai wajar mengingat potensinya dalam membantu mengatasi masalah obesitas dan penyakit terkait gaya hidup. Meski hasil penelitian awal menunjukkan manfaat yang cukup menjanjikan, para ahli menilai masih diperlukan penelitian lanjutan berskala besar dan jangka panjang untuk memastikan efektivitasnya secara menyeluruh.
Dengan demikian, intermittent fasting bisa menjadi salah satu alternatif diet yang layak dicoba, selama dilakukan dengan pemahaman yang tepat. Namun, seperti metode diet lainnya, kunci utamanya tetap terletak pada konsistensi serta keseimbangan pola hidup secara keseluruhan. (Hil)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....