Apoteker Isman Ingatkan Bahaya Resistensi Antibiotik bagi Masyarakat
- 09 Apr 2026 17:50 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Kebiasaan masyarakat mengonsumsi antibiotik secara sembarangan untuk mengobati flu, sakit gigi, hingga menaburkannya pada luka terbuka menjadi ancaman kesehatan yang serius. Jika terus dilakukan, bakteri dalam tubuh akan bermutasi menjadi superbug yang kebal terhadap pengobatan, sehingga memicu fenomena resistensi antimikroba yang mematikan.
Hal tersebut ditegaskan oleh praktisi farmasi asal Sangihe, apt. Maulana Isman Naki, S.Farm., dalam program Sore Ceria di Pro2 RRI Tahuna, Kamis (9/4/2026). Isman menyoroti stigma salah kaprah di masyarakat yang menganggap antibiotik sebagai "obat sakti" untuk segala jenis penyakit.
Ia menjelaskan bahwa antibiotik hanya efektif untuk menangani infeksi yang disebabkan oleh bakteri, bukan virus atau jamur. Penyakit umum seperti flu, batuk, dan radang tenggorokan rata-rata disebabkan oleh virus, sehingga tidak memerlukan antibiotik.
"Banyak orang di lingkungan warga kalau sakit gigi atau sakit kepala langsung minum antibiotik. Padahal antibiotik itu spesifik untuk bakteri. Menggunakannya untuk penyakit yang disebabkan virus justru berbahaya karena bakteri di tubuh kita akan 'belajar' dan menjadi lebih kuat atau resisten," ujar Isman kepada rri.co.id.
Resistensi terjadi ketika bakteri tidak lagi mempan terhadap dosis antibiotik yang diberikan. Maulana memberikan perumpamaan bahwa bakteri yang sering terpapar antibiotik tanpa dosis yang tepat akan berubah menjadi superbug. Akibatnya, saat seseorang benar-benar mengalami infeksi berat, obat-obatan yang ada tidak lagi mampu menyembuhkan.
Sebagai putra daerah yang berkecimpung di dunia farmasi, Maulana menekankan enam prinsip dasar penggunaan antibiotik, terutama mengenai Tepat Pasien dan Tepat Lama Penggunaan. Ia mewajibkan masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter dan apoteker sebelum menggunakan obat keras ini.
"Antibiotik harus dihabiskan sesuai resep. Kalau dokter kasih 10 tablet untuk diminum tiga kali sehari, maka harus habis semua meskipun di hari kedua kita sudah merasa sembuh. Jangan ada sisa, dan jangan dibagikan ke orang lain," kata Isman.
Melalui edukasi ini, diharapkan generasi muda dan warga Sangihe lebih bijak dalam mengonsumsi obat-obatan. Antibiotik adalah aset medis yang harus dijaga keberlangsungannya agar tetap ampuh melindungi manusia dari infeksi bakteri berbahaya di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....