Anak Terpapar Gadget Terlalu Lama, Risiko Obesitas Meningkat
- 07 Apr 2026 06:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Fenomena penggunaan gawai berdurasi tinggi tersebut merupakan pemicu utama terciptanya lingkungan obesogenik serta perilaku hidup malas.
- Peningkatan penggunaan layar yang berlebihan secara konsisten menekan aktivitas gerak sehingga memicu terjadinya obesitas pediatrik pada anak,
- Iklan makanan tinggi gula di platform digital memengaruhi pola konsumsi. Produsen industri makanan juga harus ikut bertanggung jawab karena sering menampilkan kemasan visual menarik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Guru Besar Ilmu Gizi dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Tria Astika Indah Permatasari, memaparkan risiko kardiometabolik. Baginya, fenomena penggunaan gawai berdurasi tinggi tersebut merupakan pemicu utama terciptanya lingkungan obesogenik serta perilaku hidup malas.
Prof. Tria menerangkan bahwa pengurangan aktivitas fisik secara drastis berdampak pada lonjakan berat badan anak yang sangat signifikan. "Peningkatan screen time (penggunaan layar) yang berlebihan secara konsisten menekan aktivitas gerak sehingga memicu terjadinya obesitas pediatrik pada anak," kata Prof. Tria kepada PRO3 RRI, Senin, 6 April 2026.
Prof. Tria mengatakan, bahwa penurunan sensitivitas tubuh terhadap hormon insulin merupakan konsekuensi logis dari gaya hidup menetap. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan cikal bakal awal munculnya risiko penyakit diabetes melitus yang sangat berbahaya bagi anak.
"Kebiasaan berdiam diri di dalam ruangan tanpa bergerak menurunkan kemampuan tubuh merespons insulin sehingga memicu penyakit gula," katanya
Selain itu, Prof. Tria membeberkan bahwa paparan iklan makanan tinggi gula di platform digital memengaruhi pola konsumsi. Dia menilai bahwa produsen industri makanan juga harus ikut bertanggung jawab karena sering menampilkan kemasan visual menarik.
"Pemasaran digital produk minuman manis memberikan efek adiktif sehingga anak merasa kecanduan untuk terus mengonsumsi makanan tersebut," katanya. Pakar kesehatan ini juga membocorkan bahwa kebiasaan bermain gawai saat makan mengganggu regulasi nafsu makan alami anak.
Menurutnya, gangguan konsentrasi tersebut mengakibatkan mekanisme absorpsi nutrisi oleh tubuh menjadi tidak optimal serta merusak pola tidur. Prof. Tria juga mencermati pentingnya komitmen kolektif seluruh anggota keluarga dalam menerapkan zona bebas gawai di meja.
Sebagai informasi tambahan, Obesitas Pediatrik (anak) adalah kondisi medis serius di mana akumulasi lemak tubuh berlebihan, melampaui batas aman, dan mengganggu kesehatan. Kondisi ini meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, serta masalah psikososial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....