Dinkes Fakfak Soroti Rendahnya Kesadaran Tes HIV Masyarakat
- 31 Mar 2026 16:53 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dilaporkan mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dinas Kesehatan setempat menilai tren ini tidak hanya berkaitan dengan faktor medis, tetapi juga dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran masyarakat serta masih kuatnya stigma terhadap penderita.
Kepala Dinas Kesehatan Fakfak, dr. Maulana Patiran, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus ini mencerminkan masih terbatasnya partisipasi masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Ia menegaskan bahwa deteksi dini menjadi kunci penting dalam upaya pengendalian penyebaran HIV/AIDS.
Berdasarkan data akumulatif sejak 2008 hingga 2025, tercatat sebanyak 747 kasus HIV/AIDS yang telah menjalani pemeriksaan dan perawatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang masuk kategori Loss to Follow-Up (LFU), yakni pasien yang tidak mengambil obat antiretroviral (ARV) selama lebih dari tiga bulan.
Selain itu, sebanyak 213 orang dilaporkan meninggal dunia sejak awal pendataan hingga saat ini. Sementara itu, pasien yang masih aktif menjalani pengobatan tercatat sebanyak 217 orang.
“Sementara yang masih menjalani pengobatan aktif hingga saat ini berjumlah 217 orang,” ujar Maulana Patiran. Ia menambahkan, rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV secara sukarela masih menjadi tantangan utama.
Banyak kasus baru justru terdeteksi ketika kondisi pasien sudah memasuki tahap lanjut, sehingga penanganannya menjadi lebih kompleks. “Stigma ini yang membuat orang takut memeriksakan diri. Akibatnya, banyak kasus HIV baru ditemukan saat kondisi sudah cukup parah,” katanya.
Selain itu, perilaku berisiko seperti hubungan seksual tanpa pengaman juga turut berkontribusi terhadap peningkatan kasus.
Dinas Kesehatan Fakfak terus melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari sosialisasi, penyediaan layanan tes HIV, hingga pemberian terapi ARV bagi pasien.
“Masyarakat kami imbau untuk lebih terbuka terhadap pemeriksaan kesehatan dan tidak ragu mengakses layanan yang tersedia di fasilitas kesehatan terdekat,” tutup Maulana Patiran, seraya berharap peningkatan edukasi dapat menekan laju penyebaran HIV/AIDS di Fakfak
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....