Wajan Teflon Rusak Lepas Mikroplastik
- 31 Mar 2026 07:01 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Penggunaan wajan antilengket atau teflon yang sudah terkelupas kembali menjadi sorotan setelah sejumlah penelitian ilmiah mengungkap potensi pelepasan mikroplastik ke dalam makanan saat proses memasak.
Temuan ini merujuk pada studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science of The Total Environment, yang menunjukkan bahwa lapisan teflon yang tergores dapat melepaskan partikel plastik berukuran sangat kecil ke lingkungan makanan.
Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa satu goresan kecil pada permukaan wajan teflon dapat menghasilkan sekitar 9.000 partikel mikroplastik. Bahkan, jika lapisan pelindungnya rusak parah, jumlah partikel yang dilepaskan bisa mencapai jutaan dalam waktu singkat saat proses memasak berlangsung.
Mikroplastik ini berasal dari bahan polytetrafluoroethylene (PTFE) atau yang dikenal sebagai teflon, yang termasuk dalam kelompok bahan kimia PFAS (per- dan polyfluoroalkyl substances). Senyawa ini dikenal sulit terurai di lingkungan dan kerap disebut sebagai “forever chemicals”.
Selain itu, studi terbaru dari lembaga riset kelautan internasional menunjukkan bahwa peralatan dapur berbahan plastik dan antilengket berpotensi menjadi sumber mikroplastik dalam makanan sehari-hari. Bahkan, penggunaan rutin dapat menyebabkan ribuan partikel mikroplastik masuk ke dalam makanan setiap tahun.
Para peneliti menjelaskan bahwa partikel mikroplastik ini sangat kecil sehingga tidak terlihat oleh mata, namun berpotensi masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan. Meski dampak kesehatannya masih terus diteliti, sejumlah studi awal mengaitkannya dengan gangguan hormon hingga peradangan.
Para ahli menyarankan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan masak, terutama menghindari penggunaan alat logam yang dapat menggores permukaan teflon serta mengganti wajan yang sudah rusak atau terkelupas.
Selain itu, alternatif peralatan masak seperti stainless steel, keramik, atau besi cor dinilai lebih aman karena tidak memiliki lapisan plastik yang berpotensi terurai menjadi mikroplastik saat digunakan dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....