Waspada Dampak Layar Digital pada Anak
- 31 Mar 2026 07:41 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Paparan layar digital pada anak-anak kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya penggunaan gadget di usia dini. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa durasi menonton layar yang berlebihan dapat berdampak pada perkembangan bahasa dan kemampuan bicara anak.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan anak menunjukkan bahwa penggunaan perangkat digital dalam durasi tinggi berkaitan dengan penurunan kemampuan bahasa. Anak yang terpapar layar lebih dari satu jam per hari cenderung memiliki skor perkembangan bahasa yang lebih rendah dibandingkan anak dengan paparan minimal.
Temuan lain dari studi meta-analisis mengungkapkan bahwa anak dengan intensitas screen time tinggi memiliki risiko keterlambatan bicara hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan anak yang tidak terpapar layar secara berlebihan. Hal ini menegaskan adanya hubungan signifikan antara penggunaan gadget dan gangguan perkembangan bahasa pada anak usia dini.
Bahkan, penelitian longitudinal menemukan bahwa setiap tambahan waktu layar dapat mengurangi interaksi verbal antara anak dan orang tua. Anak menjadi lebih jarang mendengar kata-kata, berbicara, serta melakukan komunikasi dua arah, yang merupakan faktor penting dalam perkembangan bahasa.
Sementara itu, laporan penelitian internasional juga menyebutkan bahwa penggunaan perangkat mobile sejak usia sangat dini, khususnya di bawah dua tahun, dapat meningkatkan risiko keterlambatan bicara secara signifikan. Dalam beberapa kasus, setiap tambahan 30 menit screen time dikaitkan dengan peningkatan risiko keterlambatan bicara hingga 49 persen.
Di sisi lain, para ahli menegaskan bahwa bukan hanya durasi, tetapi juga kualitas dan konteks penggunaan layar yang berpengaruh. Konten pasif tanpa interaksi cenderung berdampak negatif, sedangkan penggunaan bersama orang tua atau konten edukatif masih dapat memberikan manfaat terbatas.
Sejumlah lembaga kesehatan dunia bahkan merekomendasikan pembatasan ketat screen time pada anak. Anak di bawah usia dua tahun dianjurkan tidak terpapar layar sama sekali, sementara anak usia dua hingga lima tahun dibatasi maksimal satu jam per hari dengan pengawasan orang tua.
Dengan semakin masifnya penggunaan gadget, orang tua diharapkan lebih bijak dalam mengatur waktu layar anak. Interaksi langsung seperti bermain, membaca, dan berbicara tetap menjadi faktor utama dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....