Pahami Pengertian dan Faktor Risiko Hoarding Disorder
- 30 Mar 2026 11:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hoarding disorder merupakan gangguan mental yang ditandai dengan kesulitan membuang barang. Kondisi ini terjadi tanpa mempertimbangkan nilai guna atau nilai sebenarnya.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kasus penggerebekan kamar kos yang viral karena kondisi sangat jorok memicu perhatian publik. Banyak warganet mempertanyakan kondisi psikologis penghuni tersebut.
Fenomena ini dapat berkaitan dengan gangguan mental bernama hoarding disorder. Kondisi ini ditandai kebiasaan menimbun barang secara berlebihan.
Hoarding disorder merupakan gangguan mental yang ditandai dengan kesulitan membuang barang. Kondisi ini terjadi tanpa mempertimbangkan nilai guna atau nilai sebenarnya.
Gangguan ini berbeda dengan sekedar hobi mengoleksi barang. Penumpukan membuat ruang tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.
Pengidap gangguan penimbunan kerap tidak menyadari kondisi yang dialami. Hal ini membuat penanganan sering terlambat dilakukan.
Berikut faktor risiko hoarding disorder, mengutip laman Halodoc:
1. Riwayat keluarga dengan kondisi serupa atau faktor genetika.
2. Pengalaman trauma seperti kehilangan orang tercinta atau bencana.
3. Gangguan emosional seperti depresi, kecemasan, atau kesepian.
4. Perbedaan fungsi otak berdasarkan hasil penelitian ilmiah.
5. Kepribadian ragu-ragu dan sulit mengambil keputusan.
6. Tekanan hidup berat seperti perceraian atau kehilangan harta.
Gangguan ini umumnya mulai muncul sejak usia remaja. Kondisi ini dapat memburuk jika tidak mendapatkan penanganan tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....