Gurihnya Menggoda: Manfaat dan Bahaya Makanan Bersantan
- 27 Mar 2026 12:44 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Siapa sih yang bisa menolak kelezatan makanan bersantan? Dari opor ayam, rendang, sampai gulai, santan selalu berhasil bikin masakan terasa lebih kaya rasa dan menggugah selera. Tapi di balik gurihnya yang khas, santan juga sering jadi bahan perbincangan soal kesehatan. Sebenarnya, makanan bersantan itu baik atau justru berbahaya?
Santan berasal dari perasan daging kelapa yang kaya akan lemak, terutama lemak jenuh. Meski begitu, santan juga mengandung nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, serta mineral seperti zat besi dan magnesium. Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, lemak dalam kelapa termasuk jenis yang bisa memberikan energi cepat bagi tubuh. Jadi, dalam jumlah wajar, santan tetap bisa memberikan manfaat, terutama untuk menambah energi dalam aktivitas sehari-hari.
| Baca juga: Diet Gagal karena Lapar Mata, Ini Solusinya |
Selain itu, makanan bersantan juga bisa membantu meningkatkan rasa kenyang. Kandungan lemaknya membuat proses pencernaan lebih lambat, sehingga kita tidak cepat lapar. Ini bisa jadi nilai plus, terutama saat menjalani aktivitas padat. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa konsumsi kelapa dalam bentuk alami dapat mendukung metabolisme tubuh jika tidak berlebihan.
Namun, di balik manfaatnya santan juga punya sisi yang perlu diwaspadai. Kandungan lemak jenuhnya yang tinggi bisa meningkatkan kadar kolesterol jika dikonsumsi terlalu sering. World Health Organization menyarankan untuk membatasi asupan lemak jenuh agar tidak meningkatkan risiko penyakit jantung. Apalagi jika makanan bersantan dimasak dengan cara dipanaskan berulang kali, kandungan lemaknya bisa berubah menjadi kurang sehat bagi tubuh.
| Baca juga: Superfood Lokal untuk Stabilkan Gula Darah |
Bahaya lain yang sering muncul adalah kebiasaan mengonsumsi makanan bersantan secara berlebihan, terutama dalam satu waktu seperti saat hari raya. Selain berpotensi memicu kolesterol tinggi, hal ini juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti perut kembung atau begah. Terlebih lagi jika dikombinasikan dengan makanan tinggi lemak lainnya.
Jadi, apakah makanan bersantan harus dihindari? Tidak juga. Kuncinya ada pada porsi dan frekuensi. Menurut American Heart Association, menjaga keseimbangan pola makan jauh lebih penting daripada menghindari satu jenis makanan sepenuhnya. Mama tetap boleh menikmati makanan bersantan, asal tidak berlebihan dan diimbangi dengan sayur, buah, serta gaya hidup aktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....