Resiko Konsumsi Makanan Pedas dan Berlemak saat Ramadhan

  • 15 Mar 2026 06:04 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Bulan Ramadhan identik dengan beragam hidangan lezat yang menggugah selera saat berbuka puasa. Mulai dari gorengan, makanan bersantan, hingga hidangan bercita rasa pedas kerap menjadi pilihan favorit masyarakat. Terlebih lagi usai melaksanakan sholat tarawih, spot-spot lapak street food dibanjiri paragraf konsumen. Mulai dari Bakso, Mie Aceh, Seblak, dan masih banyak jenis makanan lainnya.

Namun, kebiasaan menyantap makanan berlemak dan pedas secara berlebihan selama Ramadhan dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan, terutama yang berkaitan dengan sistem pencernaan.

Setelah seharian menahan lapar dan haus, kondisi lambung cenderung lebih sensitif. Jika langsung diisi dengan makanan tinggi lemak dan sangat pedas, lambung dapat mengalami iritasi dan peningkatan produksi asam. Akibatnya, sebagian orang merasakan keluhan seperti perut kembung, nyeri lambung, mual, hingga rasa panas di dada yang dapat mengganggu kenyamanan saat beribadah di malam hari.

Seorang dokter umum, dr. Andi Pratama, dalam lamannya beliau menjelaskan bahwa pola makan yang kurang seimbang saat berbuka maupun sahur dapat memicu gangguan kesehatan. Menurutnya, makanan berlemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sementara makanan pedas dapat merangsang lambung memproduksi asam lebih banyak. “Jika terlalu sering dikonsumsi saat perut kosong setelah berpuasa, kondisi ini bisa menyebabkan iritasi lambung dan gangguan pencernaan,” ujarnya dalam keterangan kesehatan.

Intinya dianjurkan agar berbuka puasa dimulai dengan makanan ringan yang mudah dicerna seperti buah atau air hangat, kemudian dilanjutkan dengan makanan bergizi seimbang. Dengan pola makan yang lebih sehat, umat Muslim dapat menjaga kondisi tubuh tetap prima sehingga ibadah puasa dan aktivitas Ramadhan dapat dijalankan dengan lebih nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....