Manfaat Lari setelah Sahur atau Menjelang Berbuka Puasa
- 02 Mar 2026 12:11 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Bulan puasa tidak menjadi penghalang untuk tetap berolahraga, termasuk aktivitas lari ringan. Namun, banyak orang bertanya-tanya, lebih baik berlari setelah sahur atau menjelang berbuka puasa.
Lari setelah sahur memiliki keuntungan karena tubuh baru saja mendapatkan asupan energi dan cairan. Kondisi ini membantu menjaga stamina dan mengurangi risiko dehidrasi saat berolahraga.
Selain itu, kadar gula darah setelah sahur relatif lebih stabil sehingga tubuh memiliki cadangan energi yang cukup. Meski demikian, intensitas lari tetap disarankan ringan hingga sedang agar tidak memicu kelelahan berlebihan.
Di sisi lain, lari menjelang berbuka puasa juga memiliki keunggulan tersendiri. Waktu ini memungkinkan tubuh segera mendapatkan cairan dan nutrisi setelah selesai berolahraga.
Namun, berlari menjelang berbuka memiliki risiko dehidrasi lebih tinggi karena tubuh telah berpuasa sepanjang hari. Oleh karena itu, durasi dan intensitas latihan harus dikontrol dengan baik.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Sports Sciences menunjukkan bahwa latihan fisik selama Ramadan tetap aman dilakukan dengan penyesuaian intensitas dan waktu yang tepat. Studi tersebut menegaskan bahwa faktor hidrasi dan manajemen energi menjadi kunci utama menjaga performa dan kesehatan selama berpuasa.
| Baca juga: Cara Makan Terbaik saat Berbuka Puasa |
Dari aspek metabolisme, olahraga saat puasa dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak karena kadar glikogen tubuh lebih rendah. Kondisi ini sering menjadi pertimbangan bagi mereka yang ingin menjaga berat badan selama Ramadan.
Baik lari setelah sahur maupun menjelang berbuka memiliki manfaat masing-masing tergantung tujuan dan kondisi fisik individu. Orang dengan aktivitas padat mungkin lebih nyaman berlari menjelang berbuka, sementara pemula dapat memilih setelah sahur untuk risiko yang lebih rendah.
Secara keseluruhan, waktu terbaik untuk lari saat puasa bergantung pada kesiapan tubuh, intensitas latihan, dan pola makan. Yang terpenting adalah menjaga hidrasi, memperhatikan sinyal tubuh, dan tidak memaksakan diri selama menjalankan ibadah puasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....