Penyebab Perut Terasa Perih saat Puasa
- 22 Feb 2026 22:09 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Sebagian orang mengeluhkan rasa perih atau tidak nyaman di perut saat menjalani puasa. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan lambung kosong, tetapi penyebabnya bisa lebih dari satu faktor.
Secara umum, rasa perih muncul akibat peningkatan asam lambung atau pola makan yang kurang tepat saat sahur dan berbuka. Memahami penyebabnya dapat membantu mencegah keluhan berulang selama Ramadan.
Berikut beberapa penyebab umum perut terasa perih saat puasa:
1. Produksi Asam Lambung Tetap Berjalan
| Baca juga: Empat Penyebab Jerawat Membandel |
Meski tidak ada asupan makanan, lambung tetap memproduksi asam untuk membantu proses pencernaan. Ketika lambung kosong dalam waktu lama, asam tersebut dapat mengiritasi dinding lambung dan menimbulkan rasa perih.
Dilansir dari Mayo Clinic, peningkatan asam lambung dapat memicu nyeri ulu hati dan rasa terbakar di perut. Kondisi ini bisa memburuk jika seseorang memiliki riwayat gangguan lambung.
2. Pola Sahur yang Kurang Tepat
Melewatkan sahur atau memilih makanan tinggi lemak dan pedas dapat memperparah produksi asam lambung. Selain itu, makan dalam porsi sangat besar sekaligus juga dapat memberi tekanan berlebih pada lambung.
| Baca juga: Sarapan Buah Bikin Sehat |
Menurut National Health Service, pola makan tidak teratur dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan. Karena itu, sahur sebaiknya terdiri dari makanan seimbang dan tidak berlebihan.
3. Konsumsi Kopi atau Minuman Berkafein
Sebagian orang tetap mengonsumsi kopi saat sahur untuk mencegah kantuk. Padahal, kafein dapat merangsang produksi asam lambung dan memperparah iritasi pada sebagian individu.
Dilansir dari Cleveland Clinic, minuman berkafein dapat memicu gejala asam lambung pada orang yang sensitif. Membatasi konsumsi kopi saat sahur dapat membantu mengurangi risiko perut perih.
4. Riwayat Maag atau GERD
Orang dengan riwayat gastritis (maag) atau gastroesophageal reflux disease (GERD) lebih rentan mengalami keluhan saat puasa. Lambung yang sensitif cenderung bereaksi lebih cepat terhadap perubahan pola makan.
Menurut Johns Hopkins Medicine, GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan rasa terbakar atau nyeri. Jika keluhan sering muncul, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis.
5. Stres dan Kurang Tidur
Perubahan pola tidur selama Ramadan juga dapat memengaruhi kesehatan lambung. Kurang istirahat dan stres berlebih diketahui dapat meningkatkan produksi asam lambung.
Dilansir dari American Psychological Association, stres dapat memengaruhi sistem pencernaan dan memperburuk gejala gangguan lambung. Mengatur waktu istirahat dan menjaga kondisi mental tetap stabil dapat membantu mengurangi keluhan.
Rasa perih di perut saat puasa umumnya berkaitan dengan peningkatan asam lambung dan pola makan yang kurang tepat. Dengan memilih menu sahur yang seimbang, membatasi kafein, serta menjaga pola tidur, keluhan tersebut dapat diminimalkan. Jika nyeri terasa berat atau berlangsung lama, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....