TCK Batch 4 Perkuat Pemulihan Kesehatan dan Siapkan Dukungan Lanjutan
- 13 Feb 2026 09:50 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara-Pemulihan layanan kesehatan pascabanjir terus menunjukkan progres nyata. Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch 4 dari Kementerian Kesehatan hadir untuk memperkuat sistem pelayanan melalui kolaborasi lintas profesi, memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.
Salah satu capaian penting pada Rabu, 11 Februari 2026, adalah keberhasilan Tim Elektromedis memperbaiki alat USG di Puskesmas Blang Geulumpang Kecamatan Seunuddon yang sebelumnya rusak akibat terendam banjir. Kini alat tersebut kembali berfungsi dan telah dimanfaatkan untuk pelayanan ibu hamil serta pasien yang membutuhkan pemeriksaan penunjang. Pemulihan fungsi alat ini menjadi langkah strategis dalam mengembalikan layanan esensial di tingkat primer.
Melalui siaran pers yang diterima RRI, Jumat 13 Februari 2026, Penanggungjawab HEOC (Health Emergency Operational Center) Aceh Utara Dr Maidar, MKes, mengatakan penguatan tenaga kesehatan dilakukan secara terstruktur. Lima dokter gigi ditempatkan masing-masing di Puskesmas Lhok Beuringen, Blang Geulumpang, Baktiya Barat, Langkahan, dan Simpang Tiga. Sepuluh dokter umum ditugaskan dengan komposisi dua orang di setiap Puskesmas untuk menjaga keberlangsungan layanan kuratif dan promotif.
"Sementara itu, dua puluh satu vaksinator terus bergerak mengejar target imunitas kelompok guna mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB), terutama campak yang berisiko meningkat pascabencana," kata Maidar.
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilaksanakan melalui Posyandu, kegiatan sekolah, dan pelayanan di Puskesmas. "Namun, keterbatasan peralatan masih menjadi tantangan. Dental unit yang terendam banjir belum dapat berfungsi optimal karena pengaturan manuver kursi tidak lagi dapat digunakan," ungkap Rosdiana, Kepala Puskesmas Baktiya Barat.
Hsl serupa juga dikstakan oleh Syamsul, Kepala Puskesmas Lhok Beuringen. Syamsul menyampaikan bahwa kehadiran Tim Elektromedis Batch 4 telah membantu memperbaiki sebagian alat kesehatan seperti timbangan yang sempat terendam, meskipun sejumlah alat laboratorium seperti mikroskop belum dapat difungsikan kembali akibat kerusakan berat.
Pendekatan jemput bola dilakukan melalui kunjungan rumah bagi lansia dengan keterbatasan akses di Gampong Lueng Tuha, Matang Maneh, dan Lhok Reudeup. Upaya ini diharapkan menjaga kondisi kesehatan lansia, terutama menjelang bulan suci Ramadhan, agar dapat menjalankan ibadah dalam keadaan sehat lahir dan batin.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, SKM, M.Kes, melalui pertemuan zoom menegaskan bahwa seluruh alat kesehatan yang mengalami kerusakan telah dan sedang didata secara sistematis untuk segera dilaporkan dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme serta siklus penganggaran yang berlaku. Ia menekankan bahwa pendataan yang akurat menjadi dasar penting dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas pelayanan kesehatan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Abdurrahman, SKM, MSi, mengatakan bahwa manajemen terus berupaya menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mendukung tahap rekonstruksi, sekaligus mendorong seluruh jajaran agar tetap memaksimalkan pelayanan dengan memanfaatkan sarana yang masih tersedia.
Sementara itu, PIC Health Emergency Operation Center (HEOC), Dr Maidar, MKes, menyampaikan bahwa dukungan TCK masih dibutuhkan pada Batch 5. Ia menjelaskan perlunya penambahan dua perawat jiwa yang akan ditempatkan di Puskesmas Langkahan dan Simpang Tiga, di samping tetap mempertahankan dukungan dokter umum, mengingat meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan jiwa pascabencana.
"Kebutuhan dokter spesialis di RSUD dr. Muchtar Hasbi juga sangat urgen menyusul dampak bencana yang menimpa RS PIM sehingga meningkatkan beban rujukan. RSUD dr. Muchtar Hasbi perlu disiapkan sebagai buffer pelayanan konsultasi spesialis, khususnya untuk menangani komplikasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menunjukkan tren peningkatan," kata Maidar.
Melalui sinergi antara tenaga medis, dokter gigi, vaksinator, tenaga elektromedis, manajemen, serta dukungan HEOC, TCK Batch 4, kata dia, tidak hanya menjaga kesinambungan pelayanan, tetapi juga memperkuat ketahanan sistem kesehatan pascabencana. Di tengah keterbatasan, pelayanan tetap berjalan dan harapan masyarakat terus dijaga
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....