Debu dan Cuaca, Picu Batuk dan Gangguan Pernapasan
- 11 Feb 2026 20:43 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat mengeluhkan meningkatnya debu di jalanan yang diperparah dengan cuaca panas ekstrem. Kondisi ini tak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan, khususnya saluran pernapasan. Banyak warga melaporkan keluhan batuk kering, tenggorokan gatal, hingga sesak napas ringan setelah beraktivitas di luar ruangan.
Dihubungi melalui ponselnya Rabu 11 Februari 2026, dr. Vera memaparkan bahwa debu yang bercampur polusi kendaraan dapat mengiritasi saluran napas, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita asma atau alergi. Debu mengandung partikel halus yang bisa masuk hingga ke paru-paru. Ditambah suhu panas yang membuat udara terasa lebih kering, saluran pernapasan menjadi lebih rentan mengalami peradangan. Kondisi ini memicu batuk sebagai respons alami tubuh untuk membersihkan saluran napas.
Dokter yang sehari-hari juga berdinas di lingkungan RS Cempaka Banda Aceh ini juga menjelaskan bahwa cuaca panas juga dapat menyebabkan dehidrasi ringan tanpa disadari. Ketika tubuh kekurangan cairan, lapisan lendir pelindung di saluran pernapasan menjadi lebih kering dan tidak optimal dalam menyaring partikel asing. Akibatnya, debu lebih mudah menempel dan memicu iritasi. Jika tidak ditangani, batuk yang awalnya ringan bisa berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan atas.
Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri jika batuk berlangsung lebih dari beberapa hari atau disertai sesak napas berat. Menjaga daya tahan tubuh dan membatasi paparan langsung terhadap debu menjadi langkah penting di tengah kondisi cuaca panas yang masih berlanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....