Riau Gelar Vaksinasi PMK Serentak 2026

  • 06 Feb 2026 17:15 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Upaya pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak terus diperkuat Pemerintah Provinsi Riau. Melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH), vaksinasi PMK dilaksanakan secara serentak di sejumlah daerah sebagai bagian dari program nasional Akselerasi Vaksinasi PMK Tahun 2026.

Kepala DPKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten dan kota dalam mempercepat perlindungan kesehatan hewan ternak di Riau.

“Provinsi Riau menerima bantuan vaksin PMK sebanyak 20.000 dosis dari pemerintah pusat. Hingga saat ini, sebanyak 12.250 dosis telah kami distribusikan ke kabupaten dan kota,” ujar Mimi, Kamis 5 Februari 2026.

Ia menjelaskan, percepatan vaksinasi PMK tahap pertama dijadwalkan berlangsung pada periode Januari hingga Maret 2026. Pada tahap ini, target vaksinasi ditetapkan sebanyak 10.000 dosis pada Februari dan 10.000 dosis pada Maret. Selanjutnya, tahap kedua akan dilaksanakan pada periode Juli hingga September 2026.

Menurut Mimi, pelaksanaan vaksinasi serentak yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Riau melibatkan UPT Pengembangan Ternak dan Pakan (PTP) DPKH Riau, Dinas Peternakan Kabupaten Kampar, serta Dinas Pertanian Kota Pekanbaru. Pada hari pelaksanaan, target vaksinasi mencapai 200 dosis.

“Melalui vaksinasi serentak ini, kami berharap pengendalian PMK dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan,” katanya.

Selain langkah pencegahan, DPKH Riau juga terus memantau perkembangan kasus PMK di lapangan. Sepanjang 2025, tercatat 304 kasus PMK yang terjadi di delapan kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 143 kasus. Disusul Kabupaten Siak sebanyak 65 kasus, Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hulu masing-masing 25 kasus, serta Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 19 kasus.

“Selama 2025, dari ratusan ternak yang terpapar PMK, hanya satu ekor ternak yang dilaporkan mati dan itu terjadi di Kota Dumai,” ungkap Mimi.

Sementara itu, daerah lain yang juga melaporkan kasus PMK yakni Kabupaten Kampar sebanyak sembilan kasus, Pelalawan enam kasus, Kuantan Singingi dan Bengkalis masing-masing lima kasus, serta Kabupaten Rokan Hilir satu kasus.

DPKH Riau menegaskan komitmennya untuk terus mendorong vaksinasi PMK secara menyeluruh guna melindungi kesehatan hewan ternak, menjaga produktivitas peternakan, serta mendukung ketahanan pangan di Provinsi Riau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....