4 Februari, Hari Kanker Sedunia

  • 03 Feb 2026 03:47 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID. Langgur - Tanggal 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia (Hari Kanker Sedunia). Dimana hal ini dilakukan untuk menggerakkan masyarakat global agar selalu meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan mendorong tindakan pribadi, untuk memerangi kanker.

Peringatan ini menjadi momentum penting mengingat kasus kanker di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Kasus kanker di Indonesia diproyeksikan meningkat signifikan pada tahun 2025, dengan tren peningkatan insiden sekitar 8,8% per tahun. Faktor utama penyebab peningkatan ini meliputi gaya hidup tidak sehat (kurang gerak, pola makan), polusi, dan kurangnya deteksi dini, terutama pada kasus kanker payudara, serviks, paru-paru, kolorektal, dan kanker anak. 

Kanker merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia, sebab itu dikatakan dr. Jamil Masahida. Selasa (03/02/2026) melalui line telepon,  mengatakan, yang dapat mencegahnya penyakit kanker diantaranya melakukan permeriksaan kesehatan secara berkala, tidak merokok, rajin melakukan olahraga, menerapkan pola diet yang seimbang dan mencukupi waktu istirahat yang maksimal.

Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kanker. 

“Makanan yang mengandung serat lemak yang sangat tinggi dan berkurangnya melakukan aktivitas fisik serta kurangnya paparan polusi udara, sebaiknya ditiadakan, ingat bukan hanya orang dewasa yang rentang terkena penyakit kanker namun Anak muda harus mulai sadar bahwa kanker tidak hanya menyerang orang tua.” Ujar. Dr. Jamil Masahida

Kanker memiliki banyak jenis, sehingga ada berbagai warna dan simbol yang digunakan untuk menandai jenis kanker tertentu dan mendorong upaya melawannya. Misalnya, pita oranye ditujukan untuk menciptakan kesadaran akan kanker pada anak-anak, sedangkan pita merah muda secara global dikaitkan dengan kesadaran akan kanker payudara.

Masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan keluarga. Dengan gaya hidup sehat, pemeriksaan berkala, dan lingkungan yang mendukung, risiko kanker dapat ditekan dan kualitas hidup dapat meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....