Waspada Virus Nipah, Kenali dan Antisipasi!
- 29 Jan 2026 09:40 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia dan berpotensi menyebabkan kematian. Virus ini diketahui dapat menyebar melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi maupun antar manusia, sehingga menjadi perhatian serius dunia kesehatan.
Virus Nipah pertama kali teridentifikasi di Malaysia pada sebuah peternakan babi, ketika sejumlah ternak menunjukkan gejala demam, gangguan pernapasan, dan kejang. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa virus ini berasal dari kelelawar buah yang kemudian menularkannya ke babi sebelum menginfeksi manusia, yang dikutip dari laman resmi kemkes.go.id
Kelelawar buah merupakan reservoir alami Virus Nipah, yaitu pembawa virus tanpa mengalami sakit. Penebangan hutan dan rusaknya habitat alami menyebabkan kelelawar berpindah mendekati pemukiman dan peternakan, sehingga meningkatkan risiko penularan virus ke hewan ternak dan manusia.
Penularan Virus Nipah ke manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine. Selain itu, konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika tidak dimasak hingga matang, juga berisiko menularkan virus ini.
Virus Nipah juga dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dengan penderita, khususnya saat terpapar cairan tubuh seperti air liur. Penularan ini membuat wabah Virus Nipah berpotensi meluas jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Setelah masa inkubasi sekitar 4–14 hari, penderita dapat mengalami gejala mulai dari demam, sakit kepala, dan nyeri otot hingga gangguan berat seperti sesak napas dan peradangan otak (ensefalitis). Pada kondisi parah, infeksi Virus Nipah dapat menyebabkan gangguan neurologis serius dan berujung pada kematian.
Upaya pencegahan menjadi langkah utama untuk menekan risiko penularan Virus Nipah, antara lain dengan menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko, menjaga kebersihan makanan, menggunakan alat pelindung diri saat menangani hewan, serta memastikan daging dimasak hingga matang. Meski belum ditemukan kasus di Indonesia, kewaspadaan dan penerapan langkah pencegahan tetap penting untuk melindungi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....