Jangan Membandingkan Anak, Ajarkan Anak Membandingkan

  • 18 Jul 2026 08:25 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Selama ini banyak orang tua diingatkan untuk tidak membandingkan anak dengan saudara, teman, atau anak lain karena dapat memengaruhi rasa percaya diri mereka. Namun, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, mengungkapkan bahwa ada bentuk "membandingkan" yang justru sangat penting diajarkan kepada anak, yakni kemampuan membandingkan konsep, pola, dan cara berpikir.

Dalam podcast Query bersama Tirto.id, Prof. Stella menjelaskan bahwa hasil penelitiannya menunjukkan kemampuan melakukan comparison atau perbandingan merupakan salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan memecahkan masalah.

"Yang saya maksud bukan membanding-bandingkan anak. Tetapi mengajarkan anak melakukan perbandingan untuk melihat struktur dan pola. Itu akan membuat mereka lebih mudah memahami berbagai konsep," ujarnya.

Menurut Stella, kemampuan membandingkan bukan sekadar mencari persamaan dan perbedaan, tetapi membantu anak memahami hubungan di balik suatu konsep. Dengan cara itu, anak tidak hanya menghafal informasi, melainkan mampu memahami alasan mengapa sesuatu terjadi.

Ia mencontohkan ketika anak bertanya mengapa manusia harus makan. Orang tua tidak cukup menjawab bahwa makan adalah kewajiban, tetapi dapat mengajak anak membandingkan tubuh manusia dengan telepon genggam.

"Telepon genggam perlu diisi daya agar bisa digunakan. Tubuh manusia juga membutuhkan makanan sebagai sumber energi agar bisa berpikir, bergerak, dan beraktivitas," jelasnya.

Dari perbandingan sederhana tersebut, anak akan mulai mengenali pola yang sama pada berbagai hal lain dalam kehidupan, misalnya mobil membutuhkan bahan bakar agar dapat berjalan atau tanaman membutuhkan air agar dapat tumbuh.

Menurut Stella, kemampuan melihat pola seperti inilah yang menjadi dasar berpikir logis sekaligus meningkatkan kemampuan menyelesaikan persoalan baru.

Ia mengatakan hasil penelitiannya tentang metode comparison telah banyak digunakan oleh peneliti pendidikan di berbagai negara. Salah satunya dalam pembelajaran matematika, di mana siswa diajak membandingkan dua cara berbeda untuk menyelesaikan soal yang sama.

Melalui cara tersebut, siswa tidak hanya mengetahui jawaban yang benar, tetapi juga memahami mengapa suatu metode lebih efektif dibanding metode lainnya.

"Perbandingan membantu seseorang melihat struktur suatu masalah, bukan hanya menghafal jawabannya," katanya.

Stella menambahkan, pendekatan serupa juga diterapkan dalam pendidikan bisnis. Mahasiswa diajak membandingkan dua studi kasus yang memiliki prinsip serupa agar mampu menemukan pola dalam pengambilan keputusan dan negosiasi.

Menurutnya, kemampuan membandingkan akan semakin penting di era yang dipenuhi informasi. Anak-anak tidak cukup hanya menerima informasi, tetapi juga harus mampu menganalisis, menghubungkan, dan menemukan pola dari berbagai pengetahuan yang mereka peroleh.

Karena itu, orang tua dapat mulai melatih kemampuan tersebut melalui aktivitas sederhana di rumah. Misalnya dengan mengajak anak membandingkan dua benda, dua peristiwa, atau dua cara menyelesaikan suatu masalah, lalu mendiskusikan persamaan, perbedaan, serta alasan di baliknya.

Stella berharap pola pengasuhan seperti ini dapat membantu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....