Pakar Android Peringatkan 5 Aplikasi Populer yang Sebaiknya Dihindari

  • 17 Jul 2026 18:39 WIB
  •  Wamena
Poin Utama
  • Para pakar keamanan siber merekomendasikan untuk menghindari atau mempertimbangkan ulang penggunaan beberapa aplikasi populer di Android karena masalah privasi dan keamanan data.
  • Beberapa aplikasi Android populer memiliki rekam jejak privasi yang buruk atau menawarkan fitur-fitur yang sudah tersedia secara bawaan dalam sistem operasi Android.
  • Artikel menyajikan daftar 5 aplikasi populer yang sering tidak direkomendasikan oleh para ahli keamanan siber untuk digunakan di perangkat Android.

RRI.CO.ID, Wamena - Beberapa pakar keamanan siber dan pengulas teknologi telah menyoroti sejumlah aplikasi populer di Android yang sebaiknya dihindari atau dipertimbangkan ulang untuk digunakan. Peringatan ini umumnya didasarkan pada masalah rekam jejak privasi, keamanan data, atau karena fitur-fitur yang ditawarkan sebenarnya sudah tersedia secara bawaan di sistem operasi Android.

Dilansir dari beberapa sumber, Berikut adalah 5 aplikasi populer yang sering tidak direkomendasikan oleh para ahli:

  1. Turbo VPN

    Aplikasi ini sering disorot karena rekam jejak privasi yang dianggap kurang baik. Ada kekhawatiran mengenai praktik pengelolaan data pengguna serta dugaan keterkaitannya dengan entitas tertentu yang menimbulkan keraguan akan keamanan datanya.

  2. LastPass

    Meskipun merupakan pengelola kata sandi (password manager) yang sangat populer, pakar keamanan menyarankan untuk menghindarinya akibat beberapa insiden pelanggaran keamanan yang serius dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai alternatif, banyak ahli lebih menyarankan penggunaan aplikasi open-source seperti Bitwarden yang dianggap lebih transparan dan aman.

  3. Truecaller

    Aplikasi ini sangat populer untuk mengidentifikasi nomor telepon dan memblokir spam. Namun, para ahli memperingatkan bahwa aplikasi ini meminta izin akses yang sangat luas sejak pertama kali dipasang, yang berpotensi membahayakan privasi data pengguna.

  4. CCleaner

    Aplikasi pembersih penyimpanan ini dinilai tidak lagi esensial bagi pengguna Android modern. Sebagian besar fungsi pembersihan sampah (junk files) atau optimasi performa kini sudah tersedia sebagai fitur bawaan sistem Android (seperti melalui fitur Files by Google), sehingga menginstal aplikasi pihak ketiga tambahan hanya membebani memori ponsel.

  5. Antivirus Pihak Ketiga (seperti AVG Antivirus & Security)

    Untuk perangkat Android masa kini, penggunaan aplikasi antivirus pihak ketiga sering dianggap tidak diperlukan. Sistem operasi Android telah memiliki sistem keamanan bawaan (Google Play Protect) yang cukup mumpuni untuk mendeteksi malware. Menginstal antivirus tambahan justru berisiko membuat ponsel lebih boros baterai dan melambatkan kinerja perangkat.

Tips Tambahan untuk Keamanan Android:

  • Jangan mengunduh aplikasi dari luar Google Play Store (format .APK dari situs tidak resmi) karena sangat berisiko terinfeksi malware.
  • Selalu periksa izin (permissions) yang diminta oleh aplikasi. Jika sebuah aplikasi meminta akses yang tidak relevan (misalnya aplikasi senter meminta akses kontak), segera hapus aplikasi tersebut.
  • Optimalkan fitur pemeliharaan perangkat yang sudah disediakan oleh produsen ponsel Anda, karena biasanya sudah cukup untuk menjaga kinerja tanpa perlu aplikasi tambahan.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....