Kriya Tradisional Jadi Cara Kurangi Screen Time
- 17 Jul 2026 13:34 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kerajinan tangan dipilih menjadi cara mempererat hubungan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai. Pendekatan itu diterapkan melalui Workshop Kreasi Kriya Keluarga TUNAS di Makassar.
Kegiatan berlangsung di Trans Studio Mall Makassar, Kamis 9 Juli 2026. Peserta terdiri dari orang tua dan anak yang bersama-sama membuat Songkok Guru berbahan serat lontar.
| Baca juga: Manfaat Omega 3 Murah untuk Jantung dan Otak |
Workshop tersebut menjadi bagian implementasi PP TUNAS. Program itu mendorong terciptanya ruang digital yang lebih aman bagi anak melalui penguatan peran keluarga.
Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, menilai perhatian orang tua tetap menjadi perlindungan utama anak. Ia meminta orang tua mendampingi aktivitas digital, bukan sekadar memberikan perangkat.
Tri berkata, "Yang dekat seharusnya semakin didekatkan, bukan justru dijauhkan." Ia juga mengingatkan pentingnya pembatasan waktu penggunaan gawai serta pemanfaatan fitur kontrol orang tua.
Psikolog Klinis Nur Hafidzah menjelaskan paparan layar berlebihan dapat memicu overstimulasi otak anak. Kondisi itu berpotensi mengganggu kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pengendalian diri.
Selain mengurangi screen time, kegiatan kriya mengenalkan budaya lokal kepada anak sejak usia dini. Peserta mempelajari pembuatan Songkok Guru, salah satu kerajinan khas Kabupaten Takalar.
Workshop ini juga menjadi rangkaian peringatan HUT Dekranas ke-46. Penyelenggara berharap aktivitas bersama keluarga menjadi kebiasaan baru dalam mendampingi anak di era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....