Mengenal Deepfake, Teknologi AI yang Perlu Diwaspadai di Era Digital

  • 16 Jul 2026 12:24 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI-CO.ID, Lhokseumawe - Perkembangan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) menghadirkan berbagai inovasi yang memudahkan kehidupan manusia. Namun, dibalik manfaatnya, muncul pulateknologi yang perlu diwaspadai, salah satunya deepfake. Deepfake adalah teknologi berbasis AI yang mampu membuat atau memanipulsai foto, video, maupun suara sehingga tampak sangat realistis. Dengan teknologi ini, wajah seseorang dapat ditempelkan pada tubuh orang lain atau suara seseorang ditiru seolah-olah benar-benar mengucapkan suatu pernyataan.

Awalnya, teknologi deepfake dikembangkan untuk kebutuhan industri kreatif, seperti perfilman, animasi, hingga pendidikan. namun, belakangan teknologi ini juga dimanfaatkan untuk membuat konten palsu yang dapat menyesatkan masyarakat. Salah satu risiko terbesar dari deepfake adalah penyebaran informasi yang tidakbenar. Video atau rekaman suara hasil manipulasi dapat digunakan untuk mencemaekan nama naik seseorang., melakukan penipuan, hingga memengaruhi opini publik. Karena tampilannya sangat meyakinkan, banyak orang sulit membedakan mana konten asli dan amna yang telah direkayasa.

Untuk menghindari menjadi korban deepfake, masyarakat perlu lebih kritis terhadap informasi yang diterima. Jangan langsung mempercayai video atau rekaman suara yang beredar di media sosial. Periksa sumbernya, cari pemberitaan dari media yang kredibel, dan bandingkan dengan informasi dari sumber resmi sebelum membagikannya. Selain itu, hindari mengunggah data pribadi secara berlebihan di internet. Foto, video, maupun rekaman suara yang tersebar luas dapat disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggungjawab untuk membuat konten deepfake.

Di tengah pesatnya perkembangan AI literasi digital menjadi keterampilan yang semakin penting. Masyarakat tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami risiko yang menyertainya. Dengan bersikap kritis da bijak dalam menerima informasi, dampak negatif penyalahgunaan teknologi seperti deepfake dapat diminimalkan.

Teknologi pada dasarnya diciptakan untuk membantu manusia. Oleh karena itu, pemanfaatannya harus diimbangi dengan etika, tanggungjawab, dan kesadaran digital agar inovasi AI membawa manfaat yang lebih besar daripada mudaratnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....