Hasto Wardoyo: MPLS Sukses harus Hilangkan Rasa Takut Siswa Baru

  • 16 Jul 2026 08:13 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin, 13 Juli 2026. Hasto menegaskan, MPLS harus menjadi ruang yang aman, menyenangkan, sehingga peserta didik baru lebih cepat dan mudah beradaptasi pada lingkungan pendidikan yang baru.

Hasto mengatakan, MPLS bukan lagi ajang senioritas, perpeloncoan, maupun perundungan, melainkan momentum membangun kedekatan antara sekolah dan peserta didik baru. Seluruh sekolah di Kota Yogyakarta harus meninggalkan paradigma lama dalam pelaksanaan masa orientasi siswa.

"Paradigma lama menganggap masa orientasi untuk membuat siswa baru tunduk kepada senior itu harus ditinggalkan. MPLS harus menjadi ice breaking, guru perlu menggali harapan dan kekhawatiran anak-anak. Kalau kita tahu apa yang mereka khawatirkan, kita bisa membantu menghilangkan kekhawatiran itu," ucapnya.

Hasto mengharapkan, dengan pelaksanaan MPLS hingga akhir nanti, peserta didik baru merasa nyaman berada di lingkungan sekolah. Karena berbagai kekhawatiran yang mereka rasakan telah teratasi.

"Kalau setelah lima hari MPLS sebagian besar kekhawatiran anak-anak sudah hilang, berarti MPLS itu berhasil. Tujuannya membuat anak nyaman, percaya diri, dan memiliki harapan selama belajar di sekolah," katanya.

Sementara, Kepala SMP Negeri 10 Yogyakarta, Edy Thomas Suharta menyampaikan, pada pelaksanaan MPLS, 13–17 Juli 2026 tidak hanya hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun karakter peserta didik. Berbagai materi kegiatan dirancang agar siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan baru secara menyenangkan sekaligus menumbuhkan karakter, budaya gotong royong, dan rasa memiliki terhadap sekolah.

Selain menyiapkan program pembelajaran, SMP Negeri 10 juga memiliki program kepedulian sosial berupa penyediaan seragam sekolah gratis bagi peserta didik yang membutuhkan. Seragam tersebut berasal dari donasi siswa yang telah lulus dan masih layak digunakan.

"Kami masih memiliki stok seragam yang disumbangkan oleh alumni atau siswa yang sudah lulus. Seragam itu kami berikan secara gratis kepada siswa yang membutuhkan sehingga seluruh anak bisa bersekolah dengan nyaman tanpa terbebani biaya," ujarnya, mengungkapkan.

Peningkatan kualitas sekolah juga dilakukan melalui evaluasi pembelajaran secara rutin, pembenahan sarana prasarana, serta penguatan pendidikan karakter dan keagamaan.

"Hampir setiap hari kami melakukan refleksi terhadap kegiatan sekolah agar terus ada perbaikan. Pembinaan keagamaan juga kami kuatkan, baik bagi siswa muslim maupun nonmuslim, karena banyak orang tua menginginkan anak-anaknya tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter yang baik," ujarnya, menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....