Delapan Mahasiswa UIN Saizu KKN di Malaysia
- 15 Jul 2026 16:58 WIB
- Purwokerto
RRI. CO.ID, Banyumas- Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto tahun ini kembali menembus kancah internasional. Dari ribuan mahasiswa yang dilepas Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, delapan mahasiswa terpilih akan menjalankan KKN di Pulau Semporna, Sabah, Malaysia.
Sebanyak 2.832 mahasiswa Rabu ( 15/7/2026) sore dilepas untuk mengikuti berbagai skema KKN, mulai dari KKN Reguler, KKN Berdampak, KKN Internasional, KKN Kolaborasi, KKN Nusantara hingga KKN Responsif. Mereka akan mengabdi di Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Banjarnegara, Pangandaran, hingga Malaysia.
Kepala Pusat Pengabdian LPPM UIN Saizu Purwokerto, Mawi Khusni Albar, menjelaskan delapan mahasiswa yang berangkat ke Malaysia dipilih melalui seleksi ketat. Dari 15 pendaftar, hanya delapan orang yang lolos setelah menjalani wawancara bersama pihak mitra di Malaysia.
Menurutnya, penilaian tidak hanya melihat kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi yang dibutuhkan di lokasi pengabdian, seperti mengajar mengaji, desain grafis, videografi, hingga kemampuan mengemudi kendaraan.
"Yang dicari bukan sekadar kemampuan bahasa, tetapi kompetensi yang dibutuhkan masyarakat di sana. Mahasiswa juga harus siap tinggal di pulau-pulau terpencil dan mengajar anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan formal," katanya.
Selama sekitar 28 hingga 30 hari, para mahasiswa akan memberikan pendidikan dasar kepada anak-anak yang tidak memiliki akses sekolah formal akibat persoalan administrasi kewarganegaraan. Mereka juga akan menjalankan program pemberdayaan masyarakat, termasuk pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Mawi menambahkan, konsep KKN tahun ini mengusung tema KKN Berdampak, yakni pengabdian yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan perubahan nyata di masyarakat melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD).
"Mahasiswa harus mampu melihat potensi desa sebagai aset. Misalnya sampah yang selama ini dianggap masalah, diubah menjadi sumber manfaat melalui bank sampah atau sedekah sampah berbasis masjid sehingga programnya bisa berkelanjutan," ujarnya.
Salah satu peserta KKN Internasional, Hanif Al Bani dari Fakultas Syariah, mengaku antusias mengikuti program tersebut. Ia ingin memperoleh pengalaman berinteraksi dengan masyarakat lintas negara sekaligus mengabdikan ilmunya.
"Saya ingin merasakan bagaimana menghadapi masyarakat dengan kultur yang berbeda. Fokus kami nanti mengajar anak-anak di bawah usia 12 tahun yang belum pernah memperoleh pendidikan formal, mulai dari membaca, menulis, hingga berhitung dasar," ungkap Hanif.
Sebelum diberangkatkan, delapan mahasiswa telah menjalani pembekalan dan simulasi mengajar bersama dosen dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).
Rencananya, rombongan KKN Internasional akan bertolak dari Jakarta pada 17 Juli 2026. Sejak program ini digelar, UIN Saizu telah memberangkatkan sedikitnya 75 mahasiswa untuk mengikuti KKN internasional di Malaysia, Filipina, dan Thailand.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....