Serat Lontar Takalar Selamatkan Anak dari Gawai
- 15 Jul 2026 11:19 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Makassar - Kerajinan serat lontar menjadi senjata baru melawan kecanduan gawai pada anak. Senjata ini lahir melalui Workshop Kreasi Kriya Keluarga TUNAS di Kota Makassar.
Kegiatan bertema “Merajut Kehangatan di Era Digital” berlangsung di Trans Studio Mall Makassar. Acara interaktif tersebut sukses diselenggarakan pada Kamis 9 Juli 2026.
Seluruh peserta anak dan orang tua berkolaborasi membuat songkok guru khas Kabupaten Takalar. Langkah nyata ini menjadi sarana interaksi hangat di dalam rumah digital.
Workshop kreatif tersebut merupakan implementasi nyata dari semangat Peraturan Pemerintah (PP) TUNAS. Aturan hukum ini berfokus membangun ekosistem digital yang aman bagi anak.
Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, menegaskan pentingnya kehadiran fisik orang tua. Perhatian orang tua menjadi benteng utama anak di dunia maya saat ini.
Teknologi modern tidak boleh menggeser kedekatan emosional yang ada dalam lingkungan keluarga. Orang tua wajib hadir serta membatasi waktu gawai anak mereka.
Pembatasan waktu layar gawai sangat krusial demi menghindari bahaya penipuan daring. Selain itu, pembatasan ketat mampu mencegah ancaman perundungan siber pada anak.
Psikolog Klinis, Nur Hafidzah, menjelaskan bahaya paparan layar berlebihan tanpa adanya pengawasan. Aktivitas dopamin di otak anak bisa meningkat secara drastis dan berlebihan.
Akibatnya, anak akan mengalami kesulitan berpikir kritis serta susah melakukan penyelesaian masalah. Paparan tanpa batas tersebut juga memicu sifat impulsif pada perilaku anak.
Melalui kerajinan tangan tradisional, anak-anak diajak melepas sejenak layar perangkat elektronik mereka. Metode ini terbukti ampuh memulihkan fokus dan kreativitas motorik anak.
Pemerintah berharap gerakan berbasis budaya lokal ini terus diadopsi oleh seluruh keluarga Indonesia. Masa depan generasi muda yang sehat digital kini bertumpu pada kepedulian bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....