Get Fix Pro Hadirkan Servis Ponsel Transparan Bernuansa Eksklusif Jogja
- 15 Jul 2026 11:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Di tengah ketatnya persaingan bisnis jasa servis telepon seluler, Get Fix Pro Exclusive Service Center menghadirkan konsep berbeda dengan menggabungkan layanan perbaikan yang transparan, fasilitas pelanggan yang nyaman, serta harga yang tetap kompetitif. Usaha yang berdiri sekitar dua tahun lalu itu berkembang dari bisnis berbasis daring sebelum akhirnya membuka layanan luring untuk menjawab tingginya permintaan pelanggan.
Direktur Get Fix Pro, Muhammad Fadhil Abdushshobir, yang akrab disapa Fadhil, mengatakan bisnis tersebut berawal dari penjualan sparepart ponsel secara online. Seiring meningkatnya kepercayaan pelanggan, Get Fix Pro kemudian merambah ke layanan servis ponsel. Setelah dikenal luas melalui media sosial, banyak pelanggan yang meminta lokasi layanan fisik sehingga pihaknya memutuskan membuka gerai offline di Jalan Monjali, Yogyakarta. Selain gerai offline tersebut, Get Fix Pro juga didukung operasional daring yang berpusat di kawasan Jalan Selokan Mataram serta fasilitas berupa mess pegawai di lokasi terpisah. "Awalnya kami fokus menjual sparepart secara online, kemudian berkembang ke layanan servis. Karena banyak pelanggan bertanya lokasi offline, akhirnya kami membuka Exclusive Service Center agar pelanggan bisa datang langsung," ujarnya.
Saat ini Get Fix Pro mempekerjakan sekitar 25 orang yang tersebar pada layanan daring dan luring. Khusus gerai offline, terdapat sekitar 15 pegawai dengan tujuh teknisi yang melayani berbagai jenis kerusakan ponsel. Gerai tersebut beroperasi setiap Senin hingga Sabtu mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB, sedangkan hari Minggu dan hari besar keagamaan Islam menjadi hari libur operasional.

Fadhil menjelaskan konsep "exclusive" yang diusung bukan berarti menyasar pasar premium semata. Menurutnya, kata eksklusif lebih mengarah pada pengalaman pelayanan (customer experience), desain interior, serta kenyamanan pelanggan. Meski tampil modern dan berkelas, biaya servis tetap disesuaikan agar dapat dijangkau masyarakat luas. "Get Fix Pro tidak hanya menjual jasa, tetapi menghadirkan pengalaman terbaik bagi setiap pelanggan. Kami ingin memberikan layanan yang nyaman, transparan, dan profesional tanpa membuat pelanggan harus membayar mahal," katanya.
Untuk membangun kepercayaan pelanggan, Get Fix Pro mengedepankan sejumlah layanan unggulan. Pelanggan dapat melakukan pengecekan dan analisa awal secara gratis, memperoleh rekomendasi penanganan sesuai kondisi perangkat, serta menyaksikan langsung proses pengerjaan melalui konsep face to face sehingga proses servis dapat dipantau dan ditunggu. Selain itu, Get Fix Pro juga mendukung penggunaan sparepart original sesuai kebutuhan pelanggan. Ruang tunggu dilengkapi pendingin ruangan, minuman gratis, kopi, susu, dan camilan agar pelanggan merasa nyaman selama menunggu proses servis berlangsung.

Selain fokus pada pelayanan, perusahaan juga aktif menjalankan kegiatan sosial. Fadhil mengungkapkan pihaknya rutin mendukung program makan gratis di lingkungan masjid setempat sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Menurutnya, bisnis tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Dalam pengembangan sumber daya manusia, Get Fix Pro lebih banyak merekrut lulusan pondok pesantren, khususnya dari Pondok Pesantren Miftahunnajah. Para calon teknisi yang belum memiliki pengalaman akan mendapatkan pelatihan secara bertahap, mulai dari menangani ponsel tipe sederhana hingga perangkat berteknologi tinggi seperti ponsel lipat. Strategi tersebut diharapkan mampu menciptakan teknisi yang kompeten sekaligus memiliki loyalitas tinggi terhadap perusahaan.

Dari sisi pemasaran, Get Fix Pro memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun kepercayaan pelanggan. Akun TikTok mereka telah memiliki puluhan ribu pengikut dan beberapa kali masuk halaman For You Page (FYP). Didukung ulasan positif pelanggan serta penilaian tinggi di Google Maps, perusahaan optimistis mampu memperluas pasar ke luar Daerah Istimewa Yogyakarta.
Fadhil mengatakan pihaknya menargetkan pembukaan cabang baru di Solo dan Semarang pada tahun ini. Kedua kota tersebut dipilih karena memiliki potensi pasar yang besar, terutama dari kalangan mahasiswa dan masyarakat produktif yang membutuhkan layanan servis ponsel berkualitas. "Target kami tahun ini bisa melakukan ekspansi ke Solo terlebih dahulu, kemudian Semarang. Kami ingin membawa konsep pelayanan Get Fix Pro ke kota-kota lain," ujarnya.
Ia menambahkan seluruh merek ponsel dapat dilayani di Get Fix Pro, mulai dari Xiaomi, Samsung hingga iPhone. Nama Get Fix Pro sendiri dipilih sebagai representasi komitmen perusahaan dalam memberikan layanan perbaikan yang profesional. Ke depan, perusahaan juga membuka peluang mengembangkan layanan ke sektor perangkat elektronik lain setelah memperkuat bisnis inti di bidang servis telepon seluler.
Dengan mengedepankan konsep pelayanan eksklusif, transparansi, penggunaan sparepart original, kenyamanan pelanggan, serta pengembangan sumber daya manusia berbasis pelatihan, Get Fix Pro berharap dapat menjadi salah satu pusat layanan servis ponsel terpercaya di Yogyakarta sekaligus memperluas jangkauan usahanya ke berbagai kota di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....