Mahasiswa UNIBA Bangun Komunitas Peduli Pendidikan

  • 15 Jul 2026 07:57 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Berawal dari pengalaman menjadi relawan, dua mahasiswa Universitas Bina Bangsa (UNIBA) mendirikan Komunitas Dayasmita sebagai wadah pengabdian sosial yang berfokus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak. Komunitas yang berdiri pada 8 Desember 2025 itu kini aktif memberikan pendampingan belajar hingga pelatihan keterampilan kepada anak-anak di panti asuhan maupun desa.

Founder Dayasmita, Talitha mengatakan, gagasan membentuk komunitas muncul setelah dirinya mengikuti kegiatan volunteer di Tangerang. Pengalaman tersebut membuatnya melihat masih banyak anak yang membutuhkan pendampingan pendidikan di luar lingkungan sekolah. Berbekal pengalaman itu, ia bersama rekannya memilih membangun komunitas secara mandiri tanpa berada di bawah naungan organisasi kampus.

"Awalnya aku ikut volunteer dan di situ hati aku benar-benar tergerak. Aku ingin membuat komunitas sendiri yang bisa menampung anak-anak yang memang masih kurang mendapatkan pendidikan," katanya kepada RRI, Senin, 13 Juli 2026.

Talitha menjelaskan, sempat muncul keinginan menjadikan Dayasmita sebagai unit kegiatan mahasiswa. Namun, berbagai kendala membuat rencana itu tidak terwujud. Bersama Co-Founder Dayasmita, Farah, mereka akhirnya sepakat membuktikan bahwa mahasiswa tetap dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat meski bergerak secara independen.

Seiring berjalannya waktu, Dayasmita tidak hanya mengunjungi panti asuhan, tetapi juga memperluas jangkauan ke wilayah pedesaan. Berdasarkan hasil survei, mereka menemukan kebutuhan pendampingan pendidikan juga dirasakan anak-anak di desa. Program yang dijalankan pun disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pengenalan budaya melalui tarian hingga pembelajaran bahasa Inggris.

Farah mengatakan, semangat membangun Dayasmita lahir dari keyakinan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari organisasi besar. Menurutnya, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten tetap mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

"Kita jalanin saja dulu semampunya. Urusan gagal itu belakangan. Yang penting kita sudah berusaha turun langsung ke masyarakat dan memberikan dampak yang baik," ujarnya.

Hingga kini Dayasmita telah melaksanakan beberapa kegiatan sosial dengan sasaran anak-anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Seluruh materi disampaikan langsung oleh tim komunitas. Meski pernah mengalami kegagalan saat membuka pendaftaran relawan yang tidak mendapatkan peserta, pengalaman tersebut justru menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Melalui berbagai kegiatan itu, Dayasmita berharap semakin banyak anak memperoleh kesempatan belajar di luar sekolah sekaligus mengenal budaya dan keterampilan yang dapat mendukung perkembangan mereka. Komunitas yang digagas mahasiswa Uniba tersebut menargetkan dapat terus memperluas jangkauan pengabdian agar akses pendidikan nonformal semakin dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....