Pola Pikir Kaku Picu Kerentanan Terhadap Radikalisme, Literasi Agama Jadi Solusi

  • 15 Jul 2026 09:46 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID,Sungailiat - Perspektif yang dangkal dan kaku terhadap agama dinilai menjadi celah masuknya paham radikalisme di tengah masyarakat.

Dosen Program Studi Sosiologi Universitas Bangka Belitung (UBB), Herza, mengatakan cara pandang seperti ini membuat seseorang sulit memahami moderasi beragama.

"Moderasi beragama membutuhkan cara pandang yang terbuka, kritis, dan mampu memahami keberagaman sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat," ungkapnya di program acara Beranda Asta Cita Pro 1 RRI Sungailiat, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Herza, pemahaman agama yang dangkal membuat seseorang mudah menerima informasi tanpa kajian utuh. Akibatnya, mereka rentan diprovokasi narasi radikalisme karena tidak memiliki fondasi berpikir kritis.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya penguatan literasi keagamaan dan pendidikan karakter. Dengan pengetahuan memadai, masyarakat diharapkan mampu menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh ajaran intoleran.

Pendengar Pro 1 RRI Sungailiat, Diko dari Pemali, sependapat. Ia menilai pemahaman agama harus dibarengi sikap terbuka.

"Diskusi yang sehat dan saling menghormati akan membantu masyarakat memahami bahwa keberagaman bukan ancaman, melainkan kekayaan yang harus dijaga bersama," ujarnya.

Herza berharap, melalui perspektif yang lebih inklusif dan kritis, masyarakat dapat mengamalkan nilai agama secara bijaksana tanpa mengesampingkan toleransi. Hal ini dinilai penting untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme dan ekstremisme.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....