Mengaji hingga Salat Jenazah Bekali Karakter Murid
- 14 Jul 2026 07:19 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Bel berbunyi bukan selalu menjadi tanda pelajaran akademik langsung dimulai. Di SD Negeri 1 Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, sejumlah menit sebelum belajar justru menjadi ruang untuk menanamkan kebiasaan baik kepada murid.
Kepala SD Negeri 1 Banda Sakti, Efendi, S.Pd., M.Pd., mengatakan sekolah menjalankan berbagai program pembiasaan dari Senin hingga Sabtu sebagai bagian dari penguatan karakter dan nilai keagamaan.
Pada Senin hingga Kamis, selain mengikuti upacara dan membaca Asmaul Husna, murid diarahkan mengaji selama 10 menit sebelum pembelajaran. Kegiatan disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan jenjang murid, termasuk pembinaan tahfiz.

“Harapan kita bukan hanya membuat anak pintar dan cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang bagus dan kuat,” kata Efendi.
Pembiasaan berlanjut setiap Jumat melalui pembacaan Surah Yasin dan praktik salat Duha berjamaah. Sementara pada Sabtu, murid mengikuti literasi bersama dewan guru yang dilanjutkan dengan praktik salat jenazah.
Menurut Efendi, keterampilan dan kebiasaan tersebut sengaja ditanamkan sejak dini agar tidak berhenti sebagai teori di ruang kelas.
“Kita tanamkan sejak dini sehingga ketika anak-anak tamat dari sekolah, mereka sudah terbiasa dan dapat menerapkannya dalam kehidupan,” ujarnya.
Bagi sekolah, pendidikan bukan sekadar mengejar nilai di atas kertas. Pengetahuan, karakter, dan kebiasaan baik diharapkan tumbuh bersama, menjadi bekal murid ketika kelak kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....